JAGOSATU.COM - Ketika berperan sebagai pegawai kantoran, tentu saja banyak waktu yang dihabiskan dalam posisi duduk dan menghadap layar.
Terutama bagi mereka yang termasuk dalam kategori workaholic dengan jam kerja lebih dari 8-9 jam sehari, dan berjam-jam menghabiskan waktu di depan layar komputer.
Meskipun terlihat santai dan nyaman, posisi ini diam-diam membawa risiko kesehatan tertentu. Bukan hanya otot yang menjadi tegang, tetapi juga saraf dan persendian.
Terutama ketika dihadapkan pada beban pekerjaan yang tinggi yang dapat menyebabkan stres.
Terlebih lagi, tuntutan dari pekerjaan yang berat sering kali membawa dampak stres.
Itulah mengapa, tanpa menjaga kesehatan dengan baik, para pekerja kantoran dapat lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Dikutip dari Jagosatu.com, terdapat berbagai penyakit yang mungkin menghampiri para pekerja kantoran, mulai dari yang ringan hingga yang serius.
Mayoritas penyakit ini dipicu oleh sifat pekerjaan yang memicu kegiatan duduk yang lama serta pengerjaan dengan layar gadget.
Namun, gaya hidup yang tidak sehat juga memberi kontribusi besar terhadap peningkatan risiko penyakit.
Berikut adalah beberapa penyakit yang perlu diwaspadai oleh para pekerja kantoran.
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Carpal Tunnel Syndrome menjadi masalah umum di kalangan pekerja kantoran modern saat ini.
Hal ini karena seringnya melakukan gerakan berulang seperti mengetik, yang bisa memberikan tekanan pada saraf median.
Saraf median ini berjalan di pergelangan tangan, membawa perasaan dan gerakan ke bagian tangan. CTS dapat menyebabkan rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan di sekitar pergelangan tangan.
Beruntungnya, kondisi ini bisa diatasi melalui fisioterapi. Tetapi, lebih baik mencegah penyakit pekerja kantoran ini dengan peregangan tangan dan istirahat teratur selama jam kerja.
Sakit Punggung Sakit punggung merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh pekerja kantoran.
Amati postur tubuh saat duduk bekerja di meja. Postur buruk, terutama cenderung membungkuk, meningkatkan risiko mengalami sakit punggung.
Sebagian besar pekerja kantoran tanpa sadar mengadopsi postur buruk saat bekerja. Hal ini bisa disebabkan oleh peralatan kantor yang tidak sesuai atau kurangnya kesadaran akan menjaga postur tubuh yang benar.
Berjam-jam duduk dengan posisi membungkuk bisa memberikan tekanan berlebihan pada pinggul dan punggung, terutama jika jarang bergerak.
Untuk mencegahnya, disarankan untuk beristirahat sejenak dan melakukan peregangan. Anda juga bisa berdiri sejenak atau berjalan sebentar untuk bergerak.
Menggunakan bantal penyangga pinggang juga dapat membantu mengatasi sakit punggung.
Mata Tegang Karena pekerjaan kantoran seringkali memerlukan penggunaan layar komputer sepanjang hari, tegangan mata adalah masalah umum yang dialami pekerja.
Tegangan mata biasanya berhubungan dengan mata kering dan perasaan tidak nyaman.
Ini dapat terjadi karena paparan layar komputer dalam waktu yang lama.
Namun, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk menghindari tegangan mata, seperti mengatur pencahayaan di sekitar meja dan menyesuaikan kecerahan layar komputer.
Penggunaan kacamata anti-radiasi juga dapat membantu melindungi mata dan mengurangi risiko masalah mata akibat paparan sinar layar laptop.
Infeksi Virus atau Bakteri Ruang kantor, terutama meja kerja, sering kali menjadi tempat berkumpulnya kuman.
Ini sering kali disebabkan oleh kebiasaan kurang menjaga kebersihan meja setelah makan. Hal ini dapat mengundang tikus dan serangga lainnya yang membawa kuman yang tak diinginkan.
Menurut para ahli, perangkat telepon seluler adalah salah satu objek yang paling kotor di meja kerja, diikuti oleh keyboard, mouse, dan komputer.
Jika Anda juga acuh tak acuh terhadap mencuci tangan sebelum atau setelah makan, risiko tertular infeksi bakteri atau virus akan meningkat.
Untuk itu, menjaga kebersihan meja kerja dan lingkungan kantor adalah langkah penting untuk mencegah penyakit pekerja kantoran.
Obesitas Walaupun bukan penyakit, obesitas adalah kondisi umum yang sering dialami oleh pekerja kantoran dan meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit serius.
Kurangnya aktivitas fisik, tingkat stres yang tinggi, dan kecenderungan mengonsumsi makanan cepat saji adalah beberapa faktor yang berkontribusi pada obesitas di tempat kerja di seluruh dunia.
Kelebihan berat badan adalah faktor utama dalam peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah, risiko pembekuan darah, dan berbagai kondisi medis lainnya.
Obesitas juga menjadi penyebab utama disfungsi ereksi pada pria.
Untuk itu, menjaga berat badan tetap sehat dengan rutin berolahraga dan mengadopsi pola makan sehat sangat penting.(jpg)
Editor : Deiby Rotinsulu