Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Konsumsi Daging Babi, Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan

Tina Mamangkey • 2024-01-23 10:21:38
Daging babi yang dijual di Pasar Senen Blok III khusus penjualan daging babi, Jakarta, Senin (13/9/2021).
Daging babi yang dijual di Pasar Senen Blok III khusus penjualan daging babi, Jakarta, Senin (13/9/2021).

JAGOSATU.COM - Meskipun daging babi memiliki banyak penggemar di tanah air, kenyataannya, masih menjadi isu kontroversial di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, umat Muslim melarang konsumsi daging babi atau produk terkait hewan babi berdasarkan larangan agama.

Selain dari aspek agama, pakar kesehatan juga mengungkapkan risiko-risiko yang dapat timbul akibat mengonsumsi daging babi.

Makanan yang diharamkan oleh umat Islam dapat digolongkan menjadi dua kategori utama, yakni berdasarkan zatnya, seperti darah, bangkai, daging babi, khamr, anjing, keledai, dan binatang buas.

Keharaman konsumsi babi telah diakui secara luas di kalangan umat Islam, sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 173 dan hadits-hadits Nabi Muhammad saw.

Tetapi, di era yang semakin terbuka seperti sekarang, ada argumen bahwa keharaman tersebut karena daging babi mengandung jenis cacing yang telurnya tetap hidup meskipun dimasak, sehingga tidak sehat jika dikonsumsi.

Cacing pita (Taenia solium), cacing spiral (Trichiella spiralis), cacing usus (Fasciolopocis buski), dan lainnya sering diidentifikasi sebagai jenis cacing yang ditemukan pada babi dan dapat berdampak negatif jika dikonsumsi.

Dikutip dari situs doktersehat.com, konsumsi daging babi dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan tubuh.

Berikut beberapa bahaya konsumsi daging babi yang perlu diwaspadai:

1. Meningkatkan resiko terkena Hepatitis E

Kebanyakan orang akan lebih awam dengan penyakit hepatitis A atau hepatitis B, namun masih kurang paham dengan penyakit hepatitis E.

Gejala dari penyakit hepatitis E sendiri adalah jantung yang mengalami peradangan, gangguan pada otot, kelainan pada darah, hingga munculnya nyeri sendi.

Penyakit ini dikenal sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Sebagaimana hepatitis A dan B, hepatitis E juga bisa disebabkan oleh serangan virus.

Hanya saja, virus yang bisa menyebabkan penyakit yang menyerang organ hati ini ternyata kerap ditemukan dalam daging babi, khususnya pada hatinya.

Demi mencegah paparan virus ini, kita tentu sebaiknya menghindari daging ini, bukan?

Daging babi kaya akan protein yang membantu membangun otot. Protein tersusun atas berbagai asam amino yang memelihara jaringan otot.

2. Meningkatkan Performa Olahraga

Manfaat makan daging babi ini berasal dari kandungan protein. Protein hewani tersusun dari berbagai jenis asam amino, salah satunya beta-alanine.


Beta-alanine akan dicerna menjadi senyawa bernama carnosine di tubuh. Mencegah kenaikan keasaman di otot yang menyebabkan tubuh lelah dan nyeri.

3. Menjaga fungsi sel tubuh

Manfaat daging merah ini berasal dari berbagai vitamin B yang terkandung, mulai dari vitamin B1 hingga vitamin B12.

Seluruh vitamin B ini baik untuk sel-sel tubuh. Adannya manfaat vitamin B dari daging babi untuk sel-sel tubuh yaitu sebagai berikut :
-Menumbuhkan sel-sel baru.
-Menjadi bahan utama yang diperlukan pada sel-sel tubuh.
-Menjaga sel dari kerusakan.
-Mengatur sinyal yang dikirimkan oleh sel tubuh agar tubuh menjalankan fungsinya.
-Memproduksi sel-sel darah merah

4. Mencegah anemia

Makan daging babi bisa membantu menurunkan risiko anemia atau kekurangan sel darah merah.

Daging ini mengandung zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, yaitu zat besi, folat, dan vitamin B12.

Kekurangan zat besi bisa menyebabkan perubahan bentuk sel darah merah.

Bentuk sel darah merah yang abnormal membuat sel darah tidak bisa mengikat oksigen.

Peredaran oksigen dalam tubuh pun akan terganggu. Akibatnya, mudah lelah, lemas, napas pendek, dan jantung berdebar.

Sementara itu, anemia akibat kekurangan folat dan vitamin B12 bisa memper.

"Mengalami keluhan setelah mengonsumsi daging babi, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan.

Ada banyak risiko kesehatan jika mengonsumsi daging babi. Terutama jika tidak mengolahnya dengan benar atau hingga benar-benar matang". (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#daging babi #risiko #kesehatan tubuh