JAGOSATU.COM - Vitamin D memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Sebagaimana diketahui, kontribusi vitamin D terutama berfokus pada pertumbuhan sel otot, fungsi sistem kekebalan tubuh, kesehatan kerangka, dan berbagai proses tubuh lainnya.
Dengan tingginya prevalensi kekurangan vitamin D, banyak individu memilih untuk mengonsumsi suplemen vitamin D guna memastikan kadar yang memadai.
Namun, perlu diingat bahwa asupan vitamin D yang berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan.
Seperti yang dilaporkan oleh Healthline pada Selasa (27/2), tanda-tanda keracunan vitamin D termasuk peningkatan kadar darah, yang dianggap berlebihan jika melebihi 100 nanogram (ng) per mililiter (mL).
Kadar darah yang melampaui 100 ng/mL menandakan asupan vitamin D yang berlebihan, sementara keracunan terjadi ketika kadar serum melebihi 150 ng/mL.
Kadar optimal vitamin D biasanya berkisar antara 30 hingga 60 ng/mL, memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit dan gangguan kesehatan.
Meskipun suplementasi dosis tinggi jarang menyebabkan efek toksik pada individu yang sehat, keracunan biasanya terjadi karena konsumsi dosis yang tidak tepat dalam jangka waktu yang panjang.
Asupan berlebihan vitamin D juga dapat mengakibatkan peningkatan kadar kalsium darah, yang dikenal sebagai hiperkalsemia.
Hiperkalsemia dapat menimbulkan gejala seperti gangguan pencernaan, kelelahan, buang air kecil berlebihan, masalah ginjal, dan irama jantung yang tidak normal.
Gejala gastrointestinal umumnya terjadi pada individu dengan kadar vitamin D yang tinggi, termasuk mual, muntah, sembelit, diare, dan penurunan nafsu makan.
Dosis tinggi vitamin D3 juga dapat menyebabkan gejala seperti mual dan penurunan berat badan, yang menandakan dampak dari tingginya kadar kalsium.
Baca Juga: Menjadikan KUA Kantor Pencatatan Nikah Semua Agama Berpotensi Makin Ribet, Harus Ubah UU Dulu
Keracunan vitamin D dapat mengakibatkan perubahan status mental, seperti kebingungan, depresi, psikosis, bahkan koma pada kasus yang parah.
Komplikasi pada ginjal juga bisa terjadi, termasuk cedera atau kegagalan ginjal, karena asupan vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan kalsifikasi ginjal dan gangguan fungsi ginjal.
Meskipun kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan ginjal, menjaga kadar vitamin D yang optimal tetap penting untuk fungsi ginjal secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, sementara vitamin D memainkan peran penting dalam kesehatan, penting untuk memperhatikan dosis yang tepat dan pengawasan medis guna mencegah keracunan dan komplikasi yang terkait. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey