Jagosatu.com - Pemerintah terus memberikan subsidi besar-besaran untuk memastikan harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Dengan total anggaran subsidi energi mencapai Rp 386,9 triliun di tahun 2024, berbagai kebutuhan dasar seperti BBM, LPG, dan listrik dapat dinikmati dengan harga murah. Berikut rincian subsidi yang dinikmati masyarakat.
Harga Solar dan Pertalite: Selisih Drastis Berkat Subsidi
- Solar: Harga normalnya Rp 11.950 per liter, namun dengan subsidi Rp 5.150 per liter, masyarakat cukup membayar Rp 6.800 per liter.
- Pertalite: Harga normal Rp 11.700 per liter, disubsidi Rp 1.700 per liter, sehingga hanya Rp 10.000 per liter.
“Setiap 20 liter solar, masyarakat hemat hingga Rp 100.000,” ujar Wakil Menteri Keuangan I, Suahasil Nazara.
LPG 3 Kg: Andalan Rumah Tangga dan UMKM
- Harga normal tabung LPG 3 kg mencapai Rp 42.750. Subsidi pemerintah sebesar Rp 30.000 per tabung membuat harganya turun menjadi Rp 12.750.
LPG ini sangat membantu 40,3 juta rumah tangga dan UMKM dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Minyak Tanah dan Listrik: Murah Berkat APBN
- Minyak Tanah: Harga turun drastis dari Rp 11.150 per liter menjadi Rp 2.500 per liter, berkat subsidi Rp 8.650 per liter (78%).
- Listrik 900 VA: Harga normalnya Rp 1.800 per kWh, disubsidi 67% menjadi hanya Rp 600 per kWh.
Pupuk: Mendukung Sektor Pertanian
- Pupuk Urea: Harga asli Rp 5.558 per kg, tapi disubsidi 59% menjadi Rp 2.250 per kg.
- Pupuk NPK: Harga asli Rp 10.791 per kg, disubsidi 78% menjadi hanya Rp 2.300 per kg.
Kesimpulan
Subsidi energi ini menjadi bukti nyata bagaimana APBN mendukung masyarakat luas. Tanpa subsidi, harga kebutuhan dasar bisa melonjak drastis, sehingga peran pemerintah sangat vital dalam menjaga daya beli masyarakat.
(William Goeyana Writer)