Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

62% Pekerja Indonesia Ngaku Cari Kerja Lebih Sulit dari Cari Pasangan, Setuju?

T
Penulis: Toar Rotulung❯
putri author
putri author

jagosatu.com - Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa 62% pekerja Indonesia merasa mencari pekerjaan yang tepat sama sulitnya dengan menemukan pasangan hidup yang cocok.


Advertisement

Survei ini dilakukan oleh SEEK, perusahaan induk platform pencarian kerja JobStreet, yang melibatkan 5.000 pekerja di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta di Hong Kong.

Dalam survei tersebut, sebanyak 25% pekerja Indonesia mengaku mencari pekerjaan lebih sulit daripada mencari pasangan hidup.

Sebaliknya, 14% pekerja merasa mencari pasangan hidup lebih menantang daripada mencari pekerjaan.

Advertisement

Temuan ini serupa dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, kecuali Hong Kong, di mana 43% pekerja merasa mencari pekerjaan jauh lebih sulit dibandingkan mencari pasangan hidup.

Menariknya, perjuangan mencari pekerjaan dan mencari pasangan tercermin dalam kebiasaan penggunaan aplikasi.

Hampir separuh pekerja Indonesia (48%) menggunakan waktu yang sama untuk aplikasi pencari kerja dan aplikasi kencan.

Advertisement

Sebanyak 37% lebih sering menggunakan aplikasi pencarian kerja, sementara 11% lainnya lebih banyak menghabiskan waktu di aplikasi kencan.

Selain soal kesulitan mencari kerja, survei ini juga mengungkap tingkat kepuasan pekerja terhadap pekerjaan mereka.

Sekitar 59% pekerja Indonesia merasa senang atau sangat senang dengan pekerjaan mereka saat ini, persentase yang hampir sama dengan Malaysia (57%).

Namun, Filipina dan Hong Kong mencatat tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi, masing-masing sebesar 66% dan 72%.

Sebaliknya, tingkat kepuasan kerja lebih rendah di Singapura (38%) dan Thailand (48%).

Ketidaksesuaian harapan terhadap gaji dan kompensasi menjadi alasan utama ketidakpuasan pekerja Indonesia, diikuti oleh kurangnya peluang untuk meningkatkan karier.

Hanya 19% pekerja yang merasa pekerjaan mereka sepenuhnya sesuai dengan keterampilan dan aspirasi.

Namun, bagi pekerja dengan penghasilan tinggi, persentasenya lebih besar, yaitu 49%, dibandingkan pekerja dengan penghasilan rendah yang hanya 9%.

Sebanyak 57% pekerja merasa lebih sulit mendapatkan pekerjaan sesuai keterampilan dan aspirasi saat ini dibandingkan ketika mencari pekerjaan pertama mereka.

Namun, 83% pekerja Indonesia bersedia beralih ke karier baru atau bidang yang berbeda dari yang mereka pelajari sebelumnya.

Survei ini juga mengungkap bahwa generasi Z cenderung lebih cepat berpindah pekerjaan dibandingkan generasi Milenial atau Generasi X.

Sebanyak 44% pekerja usia 18-24 tidak bersedia bertahan lebih dari satu tahun di posisi yang stagnan, sementara 31% pekerja usia 35-54 bersedia bertahan hingga lima tahun sebelum mencari peluang baru.

Penelitian ini menunjukkan pentingnya upskilling dan reskilling bagi pekerja untuk memperluas peluang karier mereka di masa depan.

Mencari pekerjaan memang penuh tantangan, tetapi dengan usaha dan persiapan yang tepat, peluang sukses tetap terbuka.  

Ilustrasi perempuan dan laki-laki kesulitan mencari jodoh dan pekerjaan.
Ilustrasi perempuan dan laki-laki kesulitan mencari jodoh dan pekerjaan.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer