Geger! Vietnam Lampaui Indonesia, Jadi Juara Pertumbuhan Pariwisata Asia Tenggara
Jagosatu.com

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang selalu jadi perhatian di kawasan Asia Tenggara.
Belakangan ini, perhatian publik tertuju pada Vietnam yang berhasil mencatat pertumbuhan wisata paling cepat.
Menurut Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), Vietnam tumbuh 38,64% dalam jumlah wisatawan mancanegara di tahun 2024.
Dilansir dari Liputan6, capaian tersebut menempatkan Vietnam sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di Asia Tenggara.
Lebih mengejutkan lagi, Vietnam juga menempati peringkat ke-4 dunia dalam pertumbuhan sektor pariwisata.
Peringkat pertama ditempati oleh Korea Selatan dengan pertumbuhan 48,82% sepanjang tahun 2024.
Posisi kedua diraih Jepang yang mencatat pertumbuhan sebesar 47,09% pada periode yang sama.
Sementara itu, Chili menduduki peringkat ketiga dengan angka pertumbuhan 40,42%.
Artinya, Vietnam berhasil bersaing ketat dengan negara-negara besar di luar kawasan Asia Tenggara.
Di kawasan ASEAN sendiri, negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura tidak bisa mengimbangi laju Vietnam.
Masih berdasarkan laporan UNWTO, Thailand berada di posisi pertumbuhan 26,27% dan menempati peringkat 12 dunia.
Malaysia mencatatkan pertumbuhan 24,20% dan ada di peringkat 15 global.
Singapura berada sedikit lebih rendah dengan pertumbuhan 21,22% dan duduk di posisi 20 dunia.
Indonesia sendiri ternyata tidak masuk dalam daftar pertumbuhan tercepat yang dirilis UNWTO.
Padahal, menurut DetikTravel, Indonesia hanya tumbuh 19,6% sepanjang 2024, masih tertinggal jauh dari Vietnam.
Kondisi ini tentu memunculkan pertanyaan besar, kenapa Vietnam bisa lebih unggul dibanding Indonesia.
Salah satu faktornya adalah strategi promosi digital Vietnam yang lebih agresif dalam menarik wisatawan muda.
Selain itu, Vietnam juga banyak mengembangkan destinasi baru seperti kota Da Nang dan Nha Trang.
Kebijakan bebas visa untuk beberapa negara turut membuat kunjungan wisatawan asing lebih mudah.
Fenomena ini menjadi pelajaran bagi Indonesia agar lebih serius meningkatkan daya saing di sektor pariwisata.
(m)

