Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mareta Sera Rintek Wia Lour, Gagasan Tou Kakas Raya Jaga Eksistensi Danau Tondano

J
 
LESTARIKAN: Penyerahan benih ikan dari tokoh agama kepada Camat Kakas Barat Jeane Sumendap. Dok Jul/MP
LESTARIKAN: Penyerahan benih ikan dari tokoh agama kepada Camat Kakas Barat Jeane Sumendap. Dok Jul/MP
 
JAGOSATU.COM--Keberadaan Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, punya andil penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Lebih khusus lagi, bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir danau seperti di Kecamatan Kakas Raya. Melestarikan danau yang masuk dalam program Rencana Aksi Penyelamatan 15 Danau di Indonesia. Jadi ikhtiar pelaksanaan kegiatan Mareta Sera Rintek Wia Lour (Melepas Benih Ikan di Danau). 
 
 
 
"Adanya keterpanggilan kolektif dari pemerintah dan masyarakat Toulour (pesisir danau, red) di Kecamatan Kakas Raya, sekaligus menjaga keberadaan Danau Tondano sebagai penyedia makanan dan pendapatan asli masyarakat, jadi tujuan pelaksanaan kegiatan," ungkap Camat Kakas Vebry Rombot, di sela pelaksanaan kegiatan Mareta Sera Rintek Wia Lour, di Desa Tasuka, Kecamatan Kakas, Selasa (20/6).
 
 
 
Dijelaskan Rombot, gelaran Mareta Sera Rintek Wia Lour sejatinya merupakan budaya dari masyarakat pesisir danau. Giat tersebut diupayakan juga bisa masuk dalam program pariwisata di Kabupaten Minahasa. Namun lebih dari itu, menopang eksistensi para nelayan di Kecamatan Kakas Raya, biar terus mendapatkan hasil dari danau terbesar di Sulut ini. 
 
 
SUKSES: Panitia pelaksana kegiatan, Pemerintah Kecamatan Kakas Raya di sela kegiatan Mareta Sera Rintek Wia Lour. Dok Jul/MP
SUKSES: Panitia pelaksana kegiatan, Pemerintah Kecamatan Kakas Raya di sela kegiatan Mareta Sera Rintek Wia Lour. Dok Jul/MP
 
 
 
"Dengan menebar benih ikan di Danau Tondano, selain mengangkat kembali semangat budaya para tua-tua atau leluhur. Kegiatan ini juga diharapkan bisa membantu perekonomian para nelayan di Kecamatan Kakas Raya. Sejalan dengan filosofi pendahulu kita Dr GSSJ Sam Ratulangi yakni Sitou Timou Tumou Tou. Manusia belum bisa disebut manusia, jika belum bisa memanusiakan manusia yang lain. Selain itu terselenggaranya kegiatan ini, tak lepas dari dukungan penuh dari Bapak Pierre Janitza Wauran, Keluarga Wauran-Kasie, Pemerhati Masyarakat Kecamatan Kakas," terang Rombot.
 
 
 
Senada, Camat Kakas Barat Jeane Sumendap menambahkan, selain potensi hasil danau yang dikelola oleh masyarakat. Enceng Gondok yang notebenenya jadi hama di Danau Tondano. Diarahkan pemerintah untuk dikelola bersama masyarakat, menjadi komoditi kerajinan sekaligus bahan baku pembuatan pupuk. 
 
 
 
"Ada inisiasi dari masyarakat di seputaran Danau Tondano, keberadaan Enceng Gondok bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk. Tahu sendiri kan kebutuhan pupuk tinggi tapi suplai terbatas. Selain itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kakas Raya yang sudah berhasil di perantauan. Ayo kembali dan angkat potensi kampung kita, banyak sektor yang bisa dikembangkan. Pertanian, hasil danau, pariwisata dan masih banyak lagi," tutur Sumendap. 
 
 
Tak pelak, aksi yang digagas kali ini menuai apresiasi dan penghargaan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Lendy Aruperes. Dikatakan Lendy, adapun iven ini direncanakan akan digelar rutin tiap tahunnya. Selain itu, diupayakan agar bisa masuk dalam salah satu giat di Festival Danau Tondano.
 
 
"Luar biasa, saya mewakili pemerintah mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah Kecamatan Kakas Raya. Terlebih lagi lewat pemberian diri Bapak Pierre Wauran. Saya kira agenda sangat positif dalam konteks menjaga kelestarian sekaligus budaya di Danau Tondano. Kedepannya akan diupayakan dibuat rutin tiap tahun, bisa juga jadi side iven di Festival Danau Tondano," ucap Aruperes. 
 
 
Sementara itu, salah satu panitia pelaksana kegiatan Temmy Laatung menambahkan, dengan digelarnya acara Rumeta Sera Rintek Wia Lour diharapkan dapat mendorong program pembinaan perekonomian, perikanan dan lingkungan hidup dari pemerintah dan masyarakat setempat.
 
 
"Menjaga kelestarian lingkungan hidup secara nyata. Mengembangkan usaha penjualan benih ikan dari petani ikan. Mengembangkan usaha penyewaan perahu nelayan serta mempromosikan potensi wisata di daerah setempat," kata Temmy. 
 
 
Adapun diketahui, dalam kegiatan  Mareta Sera Rintek Wia Lour, sebanyak 20.000 benih ikan Nila, Mas dan Mujair 
 
 
Turut hadir dalam kegiatan, para Hukum Tua se-Kecamatan Kakas Raya, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa, Danramil Kakas, Kapolsek Kakas Iptu Tasman Mandak, Tokoh Masyarakat  Kakas Hangky Gerungan, Tokoh agama dan undangan lainnya. 

Advertisement
Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer