Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aksi Pembakaran Alquran di Swedia saat Idul Adha, Indonesia Bersama OKI Protes, Tegaskan Kebebasan Berekspresi

T
Penulis: Tina Mamangkey❯
Foto arsip: Pengunjuk rasa membawa poster saat berunjuk rasa memprotes aksi pembakaran Alquran oleh politikus Swedia Rasmus Paludan, di halaman Mesjid Atsauroh Serang, Banten, Jumat (3/2).
Foto arsip: Pengunjuk rasa membawa poster saat berunjuk rasa memprotes aksi pembakaran Alquran oleh politikus Swedia Rasmus Paludan, di halaman Mesjid Atsauroh Serang, Banten, Jumat (3/2).

JAGOSATU.COM - Indonesia dengan tegas mengutuk aksi provokatif pembakaran Alquran yang terjadi di depan Masjid Raya Sodermalm, Stockholm, Swedia, selama perayaan Hari Raya Idul Adha.


Advertisement

"D tindakan itu sangat mencederai perasaan umat Muslim dan tidak bisa dibenarkan," kata Kementerian Luar Negeri RI melalui Twitter pada Kamis (29/6).

Indonesia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus menghormati nilai dan kepercayaan agama lain. B

ersama dengan anggota-anggota Organisasi Kerja Sama Islam di Swedia, Indonesia telah menyampaikan protes atas peristiwa ini.

Advertisement

Insiden pembakaran Alquran kembali terjadi di Swedia, kali ini dilakukan oleh seorang warga Irak bernama Salwan Momika.

Ia merobek beberapa halaman salinan Alquran dan membakarnya dengan tujuan mengkritik Islam, serta mengenalkan dirinya sebagai seorang ateis sekuler di media sosial.

Momika juga memberikan pujian kepada politikus sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan, yang sebelumnya juga melakukan aksi pembakaran kitab suci umat Islam tersebut.

Advertisement

Menurut Momika, ia melihat Islam sebagai ancaman terhadap nilai-nilai Swedia.

Setelah pembakaran Alquran yang dilakukan oleh Momika pada hari Rabu (28/6), yang bertepatan dengan perayaan Idul Adha, polisi Swedia telah memulai investigasi terkait ujaran kebencian dalam kasus yang diduga terkait dengan Islamofobia.

Permintaan sebelumnya terkait aksi pembakaran Alquran di depan Kedutaan Besar Swedia di Turki dan Irak ditolak oleh polisi Swedia, namun keputusan tersebut kemudian dibatalkan oleh pengadilan.

Karena itu, polisi Swedia tidak dapat menolak aksi pembakaran Alquran oleh para aktivis. (jpg)

Advertisement

Artikel Terkait

Pecinta Kuliner Wajib Coba, Ah Pek Kopitiam Punya Nasi Goreng Kebuli yang Anti Mainstream

Pecinta Kuliner Wajib Coba, Ah Pek Kopitiam Punya Nasi Goreng Kebuli yang Anti Mainstream

Ah Pek Kopitiam hadirkan Nasi Goreng Kebuli, perpaduan rempah Timur Tengah dan cita rasa kopitiam untuk sambut Idul Adha.

Tradisi Grebeg Besar Solo hingga Ngejot di Bali Warnai Perayaan Idul Adha

Tradisi Grebeg Besar Solo hingga Ngejot di Bali Warnai Perayaan Idul Adha

Kemeriahan warga menyambut Idul Adha terlihat di berbagai daerah. Momen tersebut digunakan masyarakat untuk beribadah, mengikuti proses ritual, hingga membagikan daging kurban yang sarat pesan toleransi. Di lereng....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer