Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OTT Pegawai Pajak–Bea Cukai, KPK Amankan 20 Orang

P
OPERASI TANGKAP TANGAN: Petugas KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin (5/2)
OPERASI TANGKAP TANGAN: Petugas KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin (5/2)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar dua operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar aparat Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dalam operasi tersebut, puluhan orang diamankan, termasuk Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


Advertisement

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengatakan, untuk OTT di lingkungan pajak, tim KPK mengamankan delapan orang di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin. “Salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin. Saat ini sedang dalam perjalanan menuju Jakarta,” kata Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, kemarin (5/2).

 

Budi menjelaskan, OTT tersebut berkaitan dengan pengurusan restitusi pajak. Dari tiga orang yang diamankan, dua di antaranya merupakan fiskus atau petugas pajak, termasuk Kepala KPP Madya Banjarmasin yang berinisial M. Sementara satu orang lainnya berasal dari pihak wajib pajak.

Advertisement

 

 

Advertisement

Sementara itu, OTT di lingkungan Bea Cukai dilakukan di dua wilayah, yakni Jakarta dan Lampung. Salah satu pihak yang turut diamankan disebut merupakan mantan direktur di Bea Cukai. Menurut Budi, perkara ini berkaitan dengan aktivitas importasi yang dilakukan pihak swasta. “Terkait dengan konstruksi perkaranya, yaitu berkaitan dengan kegiatan importasi yang dilakukan oleh pihak swasta,” kata Budi.

 

Dalam pengembangan kasus tersebut, KPK mengamankan total 17 orang. Dari jumlah itu, 12 merupakan pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai dan lima orang lainnya berasal dari pihak PT BR. KPK menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan aset lainnya. (bry/tg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer