Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Barang Rumah Tangga Jadi Incaran Selama Ramadan dan Lebaran

P
Dari kiri, Chief Financial Officer MR. DIY Indonesia Rika Juniaty Tanzil, Presiden Direktur MR. DIY Indonesia Edwin Cheah, dan VP of Retail Management MR. DIY Indonesia Hendra Kurniawan
Dari kiri, Chief Financial Officer MR. DIY Indonesia Rika Juniaty Tanzil, Presiden Direktur MR. DIY Indonesia Edwin Cheah, dan VP of Retail Management MR. DIY Indonesia Hendra Kurniawan

SURABAYA – Pelaku industri ritel bersiaga dalam menghadapi momen awal tahun. Salah satunya, momen Ramadan dan yang bakal datang lebih cepat tahun ini. Mereka mencatatkan bahwa pemerataan belanja ritel yang terjadi tahun lalu bakal berlanjut.


Advertisement

Presiden Direktur MR. DIY Indonesia Edwin Cheah menjelaskan bahwa hasil pengamatan minat belanja di 2025, adalah pemerataan belanja di kota tier 2 dan 3. "Hal itu juga tercermin dari ekspansi kami. Sepanjang tahun lalu, kami telah membuka lebih dari 270 toko baru di seluruh Indonesia. Termasuk pembukaan toko ke-1.200 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat," jelasnya, kemarin (8/2).

Di wilayah tersebut, aktivitas belanja terlihat signifikan utamanya untuk perlengkapan rumah. Hal tersebut mencerminkan bahwa produk kebutuhan sehari-hari yang fungsional, relevan, dan bernilai semakin dibutuhkan oleh keluarga Indonesia, terlepas dari lokasi geografis. "Melalui perluasan jaringan toko, kami berupaya memastikan setiap keluarga di mana pun mereka berada," ujar Edwin.

 

 

Tren Berlanjut

Advertisement

Tahun ini, pihaknya pun mengatakan bahwa tren tersebut bakal berlanjut. Persiapan menyambut Ramadan dan Lebaran sudah dilakukan lebih awal. Pihaknya memproyeksikan peningkatan aktivitas belanja. Khususnya untuk produk penunjang kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dapur, serta item yang mendukung momen kebersamaan keluarga.

"Menurut kami, belanja Ramadhan tahun ini akan dilakukan lebih awal dan terencana. Karena itu, kami juga sudah merancang strategi yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ungkapnya.

Meski belanja meningkat, Edwin menegaskan bahwa konsumen semakin bijak dalam berbelanja. (bil/gal/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

FPSL merupakan sarana melestarikan budaya, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM serta Ekraf.

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah mulai menyiapkan fondasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada 2027, ekonomi nasional dipatok tumbuh di kisaran 5,8-6,5 persen sebagai tahap awal menuju....

Biaya Admin Marketplace Wajib Transparan hingga Prioritaskan UMKM Lokal

Biaya Admin Marketplace Wajib Transparan hingga Prioritaskan UMKM Lokal

Pemerintah memperketat tata kelola perdagangan digital di tengah pertumbuhan pesat industri e-commerce nasional. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer