Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menhut Tegaskan Larangan Atraksi Naik Gajah, Termasuk untuk Wisata

P
MERAWAT SATWA: Dokter hewan dan pawang memotong bagian ujung gading gajah Sumatra jinak di Pusat Informasi Konservasi Gajah BKSDA Jambi, Tebo (23/1).
MERAWAT SATWA: Dokter hewan dan pawang memotong bagian ujung gading gajah Sumatra jinak di Pusat Informasi Konservasi Gajah BKSDA Jambi, Tebo (23/1).

JAKARTA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan kembali aturan larangan menunggang gajah untuk semua aktivitas. Tak terkecuali di kebun binatang atau lembaga sejenis lainnya. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebutkan, sudah tidak boleh lagi ada satu pun lembaga konservasi yang melakukan atraksi penunggan gajah. 


Advertisement

"Termasuk untuk wisata," kata Raja seusai kickoff Multistakeholder Forestry Programme Phase 5 (MFP5) di Jakarta kemarin (9/2), didampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey.

Sementara itu, Kebun Binatang Surabaya (KBS) telah meniadakan wahana tunggang gajah sejak November 2025, meskipun wahana tersebut menjadi salah satu favorit pengunjung. Kepala Seksi Humas KBS Lintang Ratri Sunarwidhi mengatakan, sejumlah pengunjung memang sempat menyayangkan penutupan wahana tersebut. "Tapi, kami tetap tidak membuka wahana itu lagi," jelasnya.

Sebelumnya, wahana tunggang gajah menjadi sarana interaksi hewan dengan pengunjung, sekaligus sarana olahraga bagi gajah. "Substitusinya, gajah-gajah kami harus berkeliling beberapa putaran sebelum dan sesudah jam operasional," kata Lintang.

Advertisement

Pengunjung tetap dapat berinteraksi dengan satwa jumbo itu melalui sesi feeding baru. Saat ini, terdapat enam ekor gajah di KBS, masing-masing tiga jantan dan tiga betina.

 

Advertisement

 

Kirim Surat Teguran

Aturan tersebut tercantum dalam surat edaran Kemenhut 18 Desember 2025. Tapi, menurut Raja, beberapa waktu lalu masih ada pengelola wahana konservasi di Bali yang menjalankan atraksi menaiki gajah.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Kemenhut telah mengirimkan surat teguran resmi. "Kami sudah mengeluarkan peringatan pertama dan kedua, akhirnya atraksi tersebut berhenti total," tuturnya.

Mengenai kasus gajah yang dimutilasi di Desa Lubuk Bunga, Pelalawan, Riau, Raja mengaku sudah menelepon langsung Kapolda Riau Irjenpol Herry Heryawan untuk berkoordinasi terkait penegakan hukum. Personel kepolisian, lanjutnya, telah turun ke lapangan bersama tim dari Balai Kehutanan Kemenhut setempat untuk melakukan investigasi bersama.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko menambahkan, saat ini di seluruh wilayah Sumatra terdeteksi 21 kantong gajah Sumatra. Kemenhut tengah mengupayakan pelestarian serta pembangunan koridor gajah Sumatra.

"Harapannya, gajah-gajah itu kembali memiliki wilayah jelajah yang luas," katanya. (wan/dya/ttg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer