Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dispendik Jember Nonaktifkan Guru yang Geledah Siswa sampai Telanjang

P
Ilustrasi
Ilustrasi

JEMBER – Setelah sebagian murid sempat traumatis akibat penggeledahan berlebihan oleh seorang guru, kegiatan belajar mengajar di SDN Jelbuk 2 Jember Jawa Timur sudah berjalan normal kembali. 


Advertisement

Dinas Pendidikan Jember juga mengakomodasi permintaan wali murid dengan menonaktifkan guru yang bersangkutan dan selanjutnya menjalani pembinaan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami menggelar pertemuan dengan wali murid guna mencari solusi bersama agar situasi tidak semakin memanas," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Arief Tjahjono, seperti dikutip dari Radar Jember Grup Jawa Pos kemarin (11/2).

Sebagaimana ramai menjadi sorotan di berbagai platform, Bu Guru F yang kehilangan uang Rp 75 ribu menggeledah para siswa kelas V sampai telanjang pada Jumat (6/2) pekan lalu. Sebelumnya, pada Senin (2/2) pekan lalu dia juga kehilangan Rp 200 ribu.

Advertisement

Sehari setelah penggeledahan pada Jumat pekan lalu itu, mengutip Arief, sebagian siswa tidak hadir di sekolah. Diduga mereka masih diliputi rasa cemas atas kejadian sehari sebelumnya.

Arief menyebut, sejak Minggu (8/2), pihaknya telah turun langsung ke sekolah untuk mengambil langkah persuasif. Tujuan utamanya menjaga agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

"Alhamdulillah, pada prinsipnya kegiatan belajar mengajar ini tidak terganggu dan (persoalan) ini sudah bisa kami atasi," ujarnya.

Advertisement

 

 

Permintaan Wali Murid

Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan dengan para wali murid, Dispendik Jember juga memanggil Guru F pada Senin (10/2). Langkah tersebut diambil agar suasana sekolah kembali kondusif dan tidak menimbulkan ketegangan berkepanjangan.

Pemulihan psikologis siswa juga menjadi perhatian khusus. Saat kembali mendatangi sekolah (10/2), tim Dispendik didampingi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Jember.

Tujuannya untuk melakukan trauma healing atau penyembuhan trauma agar anak-anak tidak menyimpan ketakutan mendalam. Melalui pendekatan psikologis dan komunikasi dengan orang tua, dinas berupaya meyakinkan bahwa lingkungan belajar tetap aman.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Kami akan memperbaiki kinerja agar tidak terjadi lagi hal seperti ini di masa mendatang," katanya. (kin/ttg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer