Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjuangan Pemudik Menembus Antrean Panjang di Pelabuhan Gilimanuk

P

DEMI BISA PULANG KAMPUNG: Seorang anak tertidur di motor yang sedang antre di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, kemarin (17/3).
DEMI BISA PULANG KAMPUNG: Seorang anak tertidur di motor yang sedang antre di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, kemarin (17/3).


Advertisement

 

SEORANG anak duduk di depan sang bapak yang memegang setir motor. Sang ibu duduk paling belakang. Dua anak lainnya berhimpitan di antara ayah-bunda mereka. Lima orang dalam satu keluarga berdesakan menaiki satu motor. 

Mereka juga masih harus mengantre di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, yang sejak Sabtu (14/3) lalu dibanjiri pemudik dan bermuara pada kemacetan berkilo-kilometer.

Advertisement

"Punya cuma motor ini satu-satunya, Pak," kata Wahidin, sang bapak yang membonceng keempat anggota keluarganya tersebut dengan tujuan mudik Banyuwangi, Jawa Timur, kepada Radar Bali Grup Jawa Pos kemarin (17/3).

Keluarga Wahyudin bukan satu-satunya pemudik motor di Gilimanuk dengan kendaraan yang dinaiki lebih dari dua orang. Tidak sedikit pula suami-istri yang membawa buah hati yang masih balita. Ada pula sejumlah pemudik motor yang dalam keadaan hamil mendekati persalinan. Bagi ibu hamil dan yang membawa balita, petugas kesehatan pelabuhan aktif mengimbau untuk beristirahat di posko kesehatan.

 

Advertisement

Sejumlah pemudik motor juga harus dibawa ke posko kesehatan karena mengeluhkan pusing dan sesak napas. "Kelelahan, Pak," ujar salah satu petugas kesehatan saat mengantar seorang pengendara motor.

Meski harus berdesakan saat masuk ke Pelabuhan Gilimanuk, pemudik motor tidak terjebak antrean terlalu lama seperti pemudik mobil. Kurang dari satu jam sejak masuk pelabuhan, setelah parkir di bawah tenda yang disediakan khusus motor, mereka langsung diarahkan ke dalam kapal untuk menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Berdasarkan data produksi Pelabuhan Gilimanuk, pemudik motor masih mendominasi setiap harinya. Data periode 12-16 Maret mencatat sebanyak 305.905 orang telah keluar Bali, dengan total kendaraan roda dua, kendaraan kecil, bus, dan truk sebanyak 94.621 unit. Dari jumlah tersebut, motor mendominasi sebanyak 59.775 unit, disusul roda empat 22.750 unit, truk 9.239 unit, dan bus 3.157 unit.

 

 

Masih Mengular 12 Km

Sebanyak 305.905 orang telah keluar Bali selama periode 12-16 Maret. Mereka berhasil lolos dari "horor" kemacetan di jalan arah Pelabuhan Gilimanuk yang sempat mencapai lebih dari 20 kilometer.

Sampai dengan kemarin pukul 15.30 WITA, kemacetan masih mengular hingga sekitar 12 kilometer. Angkutan barang yang nekat tetap beroperasi banyak memakan ruang dan jarak di jalan nasional menuju Pelabuhan Gilimanuk. "Banyak sekali truk besar, sulit disalip. Makanya macetnya panjang sekali," kata Rony, pemudik asal Jepara, Jawa Tengah, yang mudik dengan mobil bersama anak dan istrinya.

 

Rony yang bekerja di Sanur, Denpasar, terjebak macet sejak Senin (16/3) sore sekitar pukul 18.00 WITA saat ekor kemacetan berada di Desa Banyubiru, Negara, Jembrana. Namun, hingga Selasa (17/3) siang sekitar pukul 13.00 WITA, ia baru masuk ke Area Pelabuhan Gilimanuk. "Belum tahu sampai jam berapa bisa menyeberang ini," ujarnya.

Rata-rata, ketika kendaraan sudah masuk ke dalam parkir pelabuhan, membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam untuk menyeberang. Sehingga, estimasi waktu Rony terjebak macet mencapai sekitar 19 jam untuk bisa menyeberang ke Pulau Jawa. "Ini mudik paling lama yang saya alami dalam 10 tahun di Bali," ungkapnya. (*/ttg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer