Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BLES Perkuat Distribusi untuk Jaga Market Share

P

Photo
Photo


Advertisement

SURABAYA – Pelaku industri bahan bangunan berupaya menjaga kinerja di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Salah satunya PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) yang mengandalkan penguatan distribusi dan inovasi produk untuk mempertahankan pangsa pasar.

Direktur Keuangan BLES Andrew mengatakan, prospek industri bahan bangunan, khususnya bata ringan, masih cukup positif seiring kebutuhan pembangunan perumahan dan infrastruktur di berbagai daerah.

Menurut dia, permintaan produk bahan bangunan nonfinishing biasanya meningkat setelah momen Lebaran. "Selama Ramadan memang tidak ada lonjakan. Namun justru permintaan meningkat setelah Lebaran karena pembangunan dapat kembali berjalan tanpa terpotong libur panjang," ujarnya.

Advertisement

 

Saat ini, pangsa pasar bata ringan BLES secara nasional mencapai sekitar 18 persen. Sementara di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, market share perseroan bahkan mencapai 38 persen.

Salah satu strategi utama perusahaan tahun ini adalah memperkuat jaringan distribusi. BLES saat ini memiliki armada lebih dari 600 unit truk kecil yang digunakan untuk mendistribusikan produk hingga ke berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok. Armada tersebut dimiliki langsung oleh perusahaan maupun anak usaha.

Advertisement

"Infrastruktur distribusi ini memungkinkan pengiriman produk lebih fleksibel dan menjangkau area yang sulit diakses kendaraan besar," jelas Andrew.

 

 

Selain memperkuat distribusi, perusahaan juga berencana memperluas portofolio produk. Salah satu segmen yang dinilai memiliki prospek menjanjikan adalah panel lantai, yang rencananya akan diluncurkan ke pasar dalam waktu dekat.

Pada tahun lalu, BLES masih mencatatkan pertumbuhan kinerja. Hingga akhir kuartal III 2025, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 1,07 triliun, naik 3,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp 48,8 miliar. (bil/dio/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer