Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ICW: Inkonsistensi KPK Perkuat Kesan Kejanggalan, Dalam Penanganan Kasus Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas

P

KASUS KUOTA HAJI: Yaqut Cholil Qoumas menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin (25/3).
KASUS KUOTA HAJI: Yaqut Cholil Qoumas menuju ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin (25/3).


Advertisement

JAKARTA - Gelombang kritik terhadap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalihkan status penahanan Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah sebelum kembali dibawa ke rutan terus bergulir. KPK pun menyatakan menghormati setiap suara publik terhadap penanganan kasus korupsi kuota haji tersebut. "KPK memandang ini sebagai bentuk ekspresi publik yang kami terima secara positif," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis kemarin (25/3).

 

Menurut Budi, KPK akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan maupun dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi. "KPK menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pemberantasan korupsi. Tidak hanya berperan aktif dalam mendukung upaya-upaya pencegahan dan penindakan, masyarakat juga memiliki fungsi penting sebagai pengawas (watchdog) yang memastikan setiap proses berjalan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Budi.

Advertisement

KPK membawa kembali Yaqut ke rutan pada Selasa (24/3) setelah langkah mereka membolehkan mantan menteri agama (Menag) dikritik tajam. Alasan yang disampaikan tentang pemindahan status Yaqut menjadi tahanan rumah itu pun berubah-ubah. Awalnya disebut atas permintaan keluarga, lalu disebut kalau Yaqut mengidap GERD dan asam akut.

 

Advertisement

 

Pengaruh Kepercayaan Publik

Indonesia Corruption Watch (ICW) sebelumnya menilai kebijakan yang diambil KPK bukan langkah administratif biasa, melainkan keputusan strategis yang berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut. Karena itu, ICW mendesak Dewan Pengawas KPK (Dewas KPK) segera melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan KPK yang diduga mengetahui dan menyetujui pengalihan tersebut.

Koordinator ICW Almas Sjafrina menilai, dampak keputusan ini sangat besar terhadap citra lembaga antirasuah, terutama di tengah sorotan publik terhadap penanganan berbagai perkara besar. Ia juga menyoroti munculnya perbedaan penjelasan terkait alasan pengalihan status penahanan yang dinilai menimbulkan tanda tanya.

 

ICW menilai inkonsistensi tersebut semakin memperkuat kesan adanya kejanggalan dalam proses pengambilan keputusan. "Publik, bahkan pihak-pihak lain yang tengah menjalani proses hukum di KPK, disebut berpotensi mempertanyakan kebijakan ini, mengingat selama ini lembaga tersebut dikenal sangat ketat dalam memberikan izin keluar bagi tahanan," katanya saat dihubungi Jawa Pos Selasa (24/3).

Selain itu, muncul pertanyaan mengenai kondisi kesehatan yang menjadi dasar pengalihan status penahanan. ICW menilai, jika alasan kesehatan menjadi pertimbangan, seharusnya terdapat mekanisme lain yang lebih tepat, seperti perawatan di fasilitas medis, bukan pengalihan ke tahanan rumah. (bry/ttg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer