Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Avtur Meroket, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Tiket

P
RUANG FISKAL: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers di Jakarta kemarin (6/4).
RUANG FISKAL: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers di Jakarta kemarin (6/4).

Advertisement

 DARI Timur Tengah, konflik yang tengah berlangsung terus memberi dampak tekanan global, tak terkecuali terhadap Indonesia. Lonjakan harga avtur, misalnya, membuat pemerintah mengambil dua langkah sekaligus: menahan harga BBM bersubsidi dan menggelontorkan subsidi untuk meredam kenaikan tiket pesawat. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun demi menjaga daya beli masyarakat. “Selama harga minyak rata-rata tidak melebihi USD 97 per barel, harga Pertalite dan Biosolar masih bisa kita pertahankan sampai Desember,” kata Airlangga dalam taklimat media di Jakarta kemarin (6/4).

 

Advertisement

Di sisi lain, tekanan justru datang dari avtur yang merupakan BBM non-subsidi. Harganya mengikuti pasar global dan kini terus merangkak naik. Dilansir dari laman Pertamina, harga avtur untuk pesawat domestik mengalami kenaikan signifikan pada April 2026 dibandingkan Maret. Salah satunya di Bandara Juanda Surabaya (SUB), avtur pada Maret seharga Rp 15.236,97 per liter, pada April 2026 ini naik menjadi Rp 25.131,54 per liter. Di bandara Soekarno-Hatta (CGK) awalnya Rp 13.656,51 (pada Maret 2026), pada April ini menjadi Rp 23.551,08.

Kenaikan tersebut berdampak besar karena avtur menyumbang sekitar 40 persen biaya operasional maskapai. Untuk merespons kondisi itu, pemerintah mengizinkan penyesuaian fuel surcharge (biaya tambahan yang dikenakan oleh perusahaan transportasi akibat fluktuasi harga bahan bakar, red) hingga 38 persen dari sebelumnya 10 persen untuk pesawat jet dan 25 persen untuk propeler.

Meski demikian, pemerintah memastikan dampaknya ke masyarakat tetap dibatasi. Harga tiket dijaga hanya di kisaran 9 sampai 13 persen. Intervensi tersebut salah satunya melalui kebijakan PPN ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 11 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik. Dengan demikian, jumlah subsidi yang diberikan oleh pemerintah sekitar Rp 1,3 triliun per bulan.

Advertisement

 

 

Tekan Biaya Maskapai

Selain subsidi langsung, pemerintah juga memberikan insentif lain untuk menekan biaya maskapai. Di antaranya penghapusan bea masuk suku cadang pesawat menjadi nol persen.

Menurut Airlangga, penghapusan bea masuk tersebut membuka peluang pertumbuhan industri MRO (maintenance, repair, and overhaul, red) dalam negeri. Aktivitas ekonomi dari sektor ini diperkirakan bisa meningkat hingga sekitar USD 700 juta per tahun.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer