Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Kecewa PBB Abaikan Insiden Ketiga UNIFIL

P
Ilustrasi: Acara pelepasan Satgas TNI Konga UNIFIL TA. 2024 dibandara Cargo Soewarna Cengkareng, Tangerang. (2/3/2024).(DOK: TNI)
Ilustrasi: Acara pelepasan Satgas TNI Konga UNIFIL TA. 2024 dibandara Cargo Soewarna Cengkareng, Tangerang. (2/3/2024).(DOK: TNI)

Advertisement

 KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) menuntut agar PBB melanjutkan hasil investigasi awal insiden yang menewaskan tiga personel pasukan perdamaian asal Indonesia di Lebanon. 

Kemenlu, atas nama pemerintah, juga mendesak semua pelaku bisa diadili. "Apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi hasil temuan dari investigasi awal ini, pemerintah Indonesia akan mengutuk keras Israel atas tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terluka prajurit TNI yang bertugas sebagai personel pemelihara perdamaian," kata Plt Direktur Perdamaian dan Keamanan Internasional Kemenlu Veronica Vicka Rompis dalam press briefing di Jakarta kemarin (8/4).

 

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang kembali menegaskan hal senada. "Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang telah menewaskan personel Indonesia yang sedang menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian PBB," ungkapnya.

Selain itu, Yvonne menyampaikan kekecewaannya atas hasil investigasi awal yang disampaikan PBB. Sebab, hasil tersebut hanya mencakup dua kejadian. "Tentunya kita terus meminta juga, insiden ketiga yang terjadi pada 3 April (yang melukai tiga personel UNIFIL asal Indonesia) juga untuk terus dilanjutkan proses investigasinya," katanya.

Hasil investigasi awal PBB mengenai insiden penyerangan pasukan perdamaian di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) itu hanya merujuk pada insiden pada 29 dan 30 Maret 2026. Padahal, seperti disampaikan Yvonne, penyerangan juga sempat terjadi kembali pada 3 April 2026.

Advertisement

 

 

Pada insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang ada, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi PBB 7-1, proyektil tersebut merupakan peluru utama tank kaliber 120 mm. Adapun peluru tersebut ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju Ett Taibe.

"Perlu diingat bahwa untuk mengurangi risiko terhadap personel Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNIFIL telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret," ujar Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric dalam keterangan resminya.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer