Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo: Indonesia Produksi Sedan Listrik pada 2028

P
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dua dari kiri), Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie (dua dari kanan), dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang kemarin (9/4).
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dua dari kiri), Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie (dua dari kanan), dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang kemarin (9/4).

Advertisement

 

MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, kemarin (9/4). Pabrik tersebut menjadi fasilitas manufaktur kendaraan komersial listrik pertama di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 3 ribu unit per tahun.

Prabowo menyebutkan, pentingnya kemandirian nasional, terutama di sektor energi. Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil. "Ini inisiatif yang sangat baik. Kita harus menjadi bangsa yang mandiri, terutama dalam bidang energi," ujarnya.

Advertisement

 

Menurut Prabowo, kemampuan memproduksi bus dan truk listrik di dalam negeri akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Pemerintah juga menargetkan produksi kendaraan listrik dalam skala lebih besar pada beberapa tahun ke depan. "Pada 2028 kita akan memproduksi mobil dan sedan listrik secara besar-besaran," katanya.

Prabowo bahkan menargetkan penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel. Langkah tersebut diperkirakan mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 200 ribu barel per hari.

Advertisement

 

 

Komisaris Utama VKTR Anindya Bakrie menambahkan, perusahaannya sengaja memilih fokus pada segmen bus dan truk listrik. "Bus dan truk listrik memang tidak terlalu seksi dibanding mobil atau motor listrik. Tapi sektor ini bisa menggerakkan ekosistem yang sangat besar," ujarnya.

Dia memperkirakan pengembangan kendaraan komersial listrik dapat menekan subsidi bahan bakar minyak hingga USD 5 miliar per tahun. VKTR juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk PT Transportasi Jakarta dan Blue Bird Group.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer