
MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, kemarin (9/4). Pabrik tersebut menjadi fasilitas manufaktur kendaraan komersial listrik pertama di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 3 ribu unit per tahun.
Prabowo menyebutkan, pentingnya kemandirian nasional, terutama di sektor energi. Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil. "Ini inisiatif yang sangat baik. Kita harus menjadi bangsa yang mandiri, terutama dalam bidang energi," ujarnya.
Menurut Prabowo, kemampuan memproduksi bus dan truk listrik di dalam negeri akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Pemerintah juga menargetkan produksi kendaraan listrik dalam skala lebih besar pada beberapa tahun ke depan. "Pada 2028 kita akan memproduksi mobil dan sedan listrik secara besar-besaran," katanya.
Prabowo bahkan menargetkan penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel. Langkah tersebut diperkirakan mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 200 ribu barel per hari.
Komisaris Utama VKTR Anindya Bakrie menambahkan, perusahaannya sengaja memilih fokus pada segmen bus dan truk listrik. "Bus dan truk listrik memang tidak terlalu seksi dibanding mobil atau motor listrik. Tapi sektor ini bisa menggerakkan ekosistem yang sangat besar," ujarnya.
Dia memperkirakan pengembangan kendaraan komersial listrik dapat menekan subsidi bahan bakar minyak hingga USD 5 miliar per tahun. VKTR juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk PT Transportasi Jakarta dan Blue Bird Group.



