Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Bertemu Putin, Fokus Amankan Pasokan Energi Nasional

P
KUNJUNGAN DIPLOMATIK: Presiden Prabowo Subianto tiba di Moskow, Rusia, kemarin (13/4). Kedatangannya disambut Deputy Foreign Minister Andrey Rudenko (kiri depan) dan Duta Besar RI untuk Rusia Jose Tavares.
KUNJUNGAN DIPLOMATIK: Presiden Prabowo Subianto tiba di Moskow, Rusia, kemarin (13/4). Kedatangannya disambut Deputy Foreign Minister Andrey Rudenko (kiri depan) dan Duta Besar RI untuk Rusia Jose Tavares.

Advertisement

 PRESIDEN Prabowo Subianto memulai misi diplomatik ke Rusia, di Moskow, Rusia, kemarin (13/4). Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin memfokuskan pembicaraan pada penguatan kerja sama di sektor energi guna menjamin stabilitas ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian dinamika global. 

Tiba di Bandara Vnukovo-2, pukul 07.45 waktu setempat, Prabowo disambut Deputy Foreign Minister Andrey Rudenko dan Duta Besar RI untuk Rusia Jose Tavares. Dalam kunjungan tersebut, presiden didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah strategis Indonesia dalam merespons dinamika dunia. "Presiden ingin memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak," jelasnya.

Advertisement

Selain isu energi, pertemuan dua pimpinan negara itu juga mencakup pembahasan geopolitik dunia. Indonesia, lanjut Teddy, akan tetap menyuarakan posisi strategisnya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

 

Advertisement

 

Makin Erat

Hubungan bilateral Indonesia-Rusia menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir, terutama di sektor energi, perdagangan, dan investasi. Rusia menjadi salah satu negara utama pemasok energi utama bagi RI, khususnya bahan bakar mineral dan produk turunannya.

Di sisi lain, kerja sama investasi juga meningkat signifikan. Dilansir dari kemlu.go.id, pada 2023, nilai investasi Rusia di Indonesia tercatat mencapai USD 114 juta atau naik 273 persen secara tahunan. Jumlah proyek juga melonjak menjadi 3.965 proyek.

Hingga semester I 2024, jumlah proyek investasi Rusia telah mencapai 4.662 dengan nilai USD 97,4 juta. Salah satu proyek strategis yang sedang berjalan adalah pembangunan kilang minyak dan petrokimia di Jawa Timur dengan nilai investasi sekitar USD 15 miliar.

Dari sisi perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia-Rusia berada di kisaran USD 3 miliar per tahun. Indonesia mengimpor sejumlah komoditas penting dari Negeri Beruang Merah itu seperti bahan bakar mineral, pupuk, dan besi baja, yang berperan dalam menjaga stabilitas energi dan industri nasional. (lyn/aph)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer