Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sedan Tunggu Kereta Lewat, Sekeluarga Diseruduk Trailer

P
Penulis: Pratama Karamoy❯
TAK BERBENTUK: Sedan Toyota Vios bernopol AG 1644 EG setelah laka beruntun di Jalan Raya Lumajang, Desa Malasan Wetan, Kabupaten Probolinggo, jelang dini hari kemarin (19/4). (SATLANTAS POLRES PROBOLINGGO UNTUK RADAR BROMO GRUP JAWA POS)
TAK BERBENTUK: Sedan Toyota Vios bernopol AG 1644 EG setelah laka beruntun di Jalan Raya Lumajang, Desa Malasan Wetan, Kabupaten Probolinggo, jelang dini hari kemarin (19/4). (SATLANTAS POLRES PROBOLINGGO UNTUK RADAR BROMO GRUP JAWA POS)

Advertisement

 KABUPATEN PROBOLINGGO – Sebuah liang lahat sudah disiapkan di tempat pemakaman umum Desa Jeblog, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Di sanalah empat jenazah satu keluarga bakal dimakamkan. 

Sutrisno; sang istri T. Sri Budiyatni; Devica Friskiara, anak; dan Giovano Malik Ibrahim, cucu. Keempatnya meninggal dunia setelah mobil sedan yang mereka naiki diseruduk trailer di Jalan Raya Lumajang, masuk Desa Malasan Wetan, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (18/4) jelang tengah malam.

"Saya dapat kabar dari telepon, kaget sekali. Mereka berangkat ke Banyuwangi untuk jagong bayi (menengok bayi yang baru lahir, red)," kata Riyanto perwakilan keluarga korban yang ditemui di rumah duka, seperti dilansir Radar Blitar Grup Jawa Pos kemarin (19/4).

Advertisement

Sutrisno yang mengendarai mobil Toyota Vios Limo, Sri duduk di kursi depan. Sedangkan Devica dan Giovano duduk di kursi tengah.

Kecelakaan diduga terjadi karena truk trailer Nissan nopol B 9625 UEJ itu mengalami rem blong sehingga menabrak lima kendaraan di depannya yang saat itu sedang berhenti menunggu kereta lewat.

Advertisement

"Sesampainya di TKP, trailer diduga mengalami kendala pada fungsi pengereman, lalu menabrak sejumlah kendaraan yang tengah berhenti di depannya," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda Aditya Wikrama, dikutip dari Radar Bromo Grup Jawa Pos.

Aditya menambahkan, keempat orang yang berada di mobil sedan yang dikendarai Sutrisno meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan sopir Grandmax Muhammad Iswanto mengalami luka dan dirawat di RSU Wonolangan, Kabupaten Probolinggo.

Juharno, warga sekitar lokasi kecelakaan, mengatakan, kecelakaan itu menimbulkan suara benturan keras. Saat itu, pria 67 tahun itu tengah berjaga di toko kelontong miliknya.

"Trailer sempat menabrak pembatas beton di tengah jalan. Jadi buang setir ke kanan, tapi kemudian berbalik ke kiri hingga menabrak kendaraan lain yang ada di depannya," ungkapnya.

Saat itu, menurutnya, semua kendaraan tengah berhenti karena pintu JPL 32 ditutup. Akan ada kereta api melintas. Nahas, kendaraan-kendaraan itu malah disasak dari belakang oleh trailer.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer