Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penutupan TPA Open Dumping Ditargetkan Akhir Juli

P
Penulis: Pratama Karamoy❯
PILAH SAMPAH: Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono (kanan) meminta pemilahan sampah dilakukan mulai dari rumah tangga. (FOTO: HUMAS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP)
PILAH SAMPAH: Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono (kanan) meminta pemilahan sampah dilakukan mulai dari rumah tangga. (FOTO: HUMAS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP)

Advertisement

 

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) terus melakukan sosialisasi kebijakan penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah open dumping. Targetnya, tidak ada lagi TPA open dumping pada akhir Juli mendatang. Target ini cukup menantang karena ada 472 unit TPA open dumping yang akan ditutup.

Untuk mendukung program penutupan TPA open dumping tersebut, dari tingkat rumah tangga harus dibiasakan memilah sampah. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mendorong pengelolaan sampah melalui pemilahan dari sumbernya.

Advertisement

"Kami mendorong beberapa upaya untuk meningkatkan target pengelolaan sampah, salah satunya pemilahan dari hulu," katanya saat Deklarasi Jakarta Utara 100 Persen Pilah Sampah kemarin (19/4). Menurut dia, tanpa pemilahan, pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan dengan baik. Dia menegaskan pemerintah akan menutup praktik open dumping pada akhir Juli depan.

Diaz menyampaikan bahwa dengan dituntaskannya praktik open dumping, diharapkan dapat meningkatkan capaian pengelolaan sampah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu target sampah terkelola 100 persen pada tahun 2029. Dengan diselesaikannya praktik open dumping, pemerintah dapat meningkatkan persentase pengelolaan sampah dari 26 persen menjadi 57,7 persen.

Advertisement

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada warga Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, yang hadir karena telah menjalankan program pemilahan sampah dengan baik. "Saya apresiasi karena di sini sudah ada bank sampah dan ada juga pemilahan menggunakan ember," katanya. Dengan demikian, sampah yang masuk ke TPA dan RDF (fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik) hanya berupa residu atau yang bernilai rendah. Selain itu, hal ini juga dapat mengurangi aroma saat proses transportasi.

Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya telah menyerahkan sejumlah bantuan pendukung kepada warga Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, dalam upaya pemilahan sampah. Di antaranya 400 unit drop point, 12 ribu ember pemilah sampah, serta 650 unit lodong sisa dapur (Losida). (wan/ali)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer