Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangun Rumah Bentuk Bus gara-gara Sering Jadi Penumpang

P
BEDA DARI YANG LAIN: Rumah Supardi alias Bagong yang didesain ala bus di Dusun Tandan, Desa Kopen, Jatipurno, Wonogiri, Jateng.
BEDA DARI YANG LAIN: Rumah Supardi alias Bagong yang didesain ala bus di Dusun Tandan, Desa Kopen, Jatipurno, Wonogiri, Jateng.

Advertisement

 

WONOGIRI – Dua "bus" di Dusun Tandan, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, itu tak akan bisa ditunggu keberangkatannya. Dan, juga tak akan bisa dicegat di halte. Keduanya tak akan ke mana-mana, selamanya tetap "parkir" di sebuah lahan di dusun yang masuk wilayah Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, tersebut. Karena keduanya merupakan rumah bagi Supardi, istri dan kedua anaknya.

Pria yang akrab disapa Bagong itu merealisasikan apa yang menjadi obsesinya masa kecil: rumah berbentuk bus Agra Mas. "Sebelum Ramadhan kemarin bangunnya, sekitar Februari. Dipacu segera enam pekan," ujar Supardi kepada Radar Solo Grup Jawa Pos yang menemuinya di kediamannya tersebut kemarin (22/4).

Advertisement

Supardi bukan bagian dari perusahaan otobus tersebut. Dia hanyalah pelanggan setia Agra Mas sejak 2004. Bus itulah yang mengantarkannya bekerja sebagai pemborong di perantauan. Ide pembuatan hunian berbentuk bus itu belum seutuhnya hingga di pikirannya. Supardi sempat membuat tiruan bus itu dari gipsum. Kemudian, dia membeli miniatur bus Agra Mas yang menjadi contoh bangunan rumahnya saat ini. Supardi sudah mengeluarkan setidaknya Rp 130 juta untuk membangun rumah tersebut. "Rp 15 juta untuk tanahnya. Kalau untuk membangun sudah Rp 125 juta," katanya.

Dua Bus yang Terhubung

Advertisement

Hasilnya, rumah yang menyerupai bus double decker sungguh lengkap dengan kaca, spion, hingga roda. Warnanya abu-abu, warna dari semen yang belum ter-sentuh plesteran aci. Ada roda-roda yang ditanam di bawah bangunan. Kaca bangunan itu juga didesain seperti bus, ada di bagian muka dan di samping kanan-kiri. Spion berukuran besar juga melengkapi penampilan rumah uniknya nya bus.

Kedua bus itu terhubung. Bus yang ada di sisi timur berukuran lebih besar dibanding sisi satunya. Panjang bus sekitar 13 meter, lebar 3 meter dan tinggi 5 meter, dimensi yang mendekati bus Scania K410 yang punya panjang 13,5 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 4 meter. Sedangkan bus yang lebih kecil panjangnya 8 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 4 meter. Ada pintu masuk di sela-sela keduanya. Di dalam rumah bus itu juga sudah terisi kursi dan kipas angin. Di bagian belakang terdapat satu kamar mandi, dapur dan dua kamar tidur.

Pakai Ban Truk

Untuk roda, Supardi memakai ban truk karena dia kesulitan mendapatkan ban bus. Ban itu dipasangkan di "velg" beton.

Diakui Supardi, rumah itu belum rampung sepenuhnya. Baru sekitar 80 persen. Dia juga mengaku belum meminta izin kepada pihak Agra Mas. Jika PO Agra Mas yang berkantor pusat di Cipayung, Jakarta Timur, itu tidak mengizinkan penggunaan nama dan corak bus di rumahnya, dia tidak berkeberatan mengubah desain awal.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer