Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Tembus Rp 17.300 Per USD, Bank Indonesia Perkuat Intervensi

P
TERDAMPAK KONFLIK GEOPOLITIK: Intervensi BI dinilai cukup efektif meredam pelemahan mata uang Garuda. Rupiah sempat menyentuh Rp 17.307.
TERDAMPAK KONFLIK GEOPOLITIK: Intervensi BI dinilai cukup efektif meredam pelemahan mata uang Garuda. Rupiah sempat menyentuh Rp 17.307.

Advertisement

 

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali tertekan. Pada perdagangan kemarin (23/4), rupiah sempat menembus level Rp17.307 per dolar Amerika Serikat (AS) sebelum akhirnya ditutup di Rp 17.286.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, pelemahan rupiah masih sejalan dengan mata uang regional. Secara year to date (Ytd), rupiah tercatat melemah 3,54 persen. ”Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional,” ujarnya kemarin (23/4).

Advertisement

BI merespons kondisi tersebut dengan meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan. Langkah dilakukan melalui pasar offshore non-deliverable forward (NDF), pasar spot, domestic NDF (DNDF), serta pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain itu, BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter agar tetap menarik bagi investor. ”Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur,” tuturnya.

Advertisement

Dari sisi fundamental, cadangan devisa Indonesia masih kuat. Hingga akhir Maret 2026, posisinya mencapai USD 148,2 miliar.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar. Risiko gangguan distribusi minyak di jalur strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Oman meningkatkan kekhawatiran investor. ”Potensi gangguan pasokan minyak dunia menjadi sentimen negatif bagi rupiah,” ujarnya.

Selain itu, pasar juga menanti arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve) yang dinilai belum jelas. Kondisi tersebut mendorong aliran dana ke aset aman berbasis dolar AS. Dari domestik, kenaikan harga minyak dunia turut menekan rupiah. Harga Brent tercatat sekitar USD 103 per barel dan WTI di kisaran USD 98 per barel. (mim/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer