Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Larangan Bahan Tambahan Kian Menekan Industri Hasil Tembakau

P
KARAKTERISTIK LOKAL: Pekerja di fasilitas produksi sigaret kretek tangan (SKT) di Bojonegoro, Jawa Timur. Rokok kretek menyumbang sekitar 97 persen produksi nasional.
KARAKTERISTIK LOKAL: Pekerja di fasilitas produksi sigaret kretek tangan (SKT) di Bojonegoro, Jawa Timur. Rokok kretek menyumbang sekitar 97 persen produksi nasional.

Advertisement

 

SURABAYA – Tekanan terhadap industri hasil tembakau (IHT) belum berhenti. Setelah rentetan regulasi pengetatan, kini muncul rencana pelarangan bahan tambahan yang dinilai pelaku usaha sebagai pukulan paling berat, bahkan berpotensi melumpuhkan produksi rokok legal.

Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Surabaya Sulami Bahar menilai, kebijakan Kementerian Kesehatan tersebut akan berdampak langsung pada proses produksi. Sebab, hampir seluruh produk rokok di Indonesia menggunakan bahan tambahan untuk menjaga cita rasa. "Di Indonesia tidak ada rokok tanpa saus atau bahan tambahan. Bahkan sigaret putih pun memakai mentol," tuturnya.

Advertisement

Selama ini, IHT disebut terus menghadapi pengetatan regulasi. Mulai dari pembatasan kadar nikotin dan tar, kemasan, wilayah penjualan, hingga iklan. Namun, rencana pelarangan bahan tambahan dinilai berbeda karena menyentuh inti produksi.

Jika larangan diterapkan, pelaku industri menilai sebagian besar produk rokok tidak akan lagi memenuhi ketentuan. "Risiko terburuknya, produksi bisa berhenti karena tidak ada formulasi yang sesuai aturan," imbuhnya.

Advertisement

Di sisi lain, Sulami juga mengkritik kecenderungan kebijakan yang dinilai mengadopsi standar luar negeri tanpa mempertimbangkan kondisi domestik. Salah satunya terkait batas kadar nikotin dan tar yang dinilai terlalu rendah untuk karakteristik tembakau lokal. (bil/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

38 Asosiasi Industri Minta Aturan Baru Tembakau Ditunda

38 Asosiasi Industri Minta Aturan Baru Tembakau Ditunda

Penolakan terhadap aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan kembali menguat. Kalangan pengusaha meminta Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara pembahasan sejumlah.....

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer