Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produktivitas Rendah Hambat Petani Sawit Naik Kelas

P
KEMITRAAN: Pengolahan minyak sawit mentah di Aceh Barat. Saat ini sekitar 42 persen kebun sawit nasional dikelola petani. Namun, produktivitasnya masih tertinggal jauh dibanding perusahaan besar.
KEMITRAAN: Pengolahan minyak sawit mentah di Aceh Barat. Saat ini sekitar 42 persen kebun sawit nasional dikelola petani. Namun, produktivitasnya masih tertinggal jauh dibanding perusahaan besar.

Advertisement

 

JAKARTA – Ambisi mendorong petani sawit naik kelas ke level industri terus digaungkan. Namun, di lapangan, fondasinya masih rapuh. Produktivitas rendah, peremajaan tersendat, hingga regulasi berlapis menjadi penghambat yang belum tuntas.

Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto menyebutkan, transformasi petani menjadi pelaku industri bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok. “Petani sawit harus dibawa ke era industrialisasi, dari hulu sampai hilir. Dengan begitu, ketergantungan berkurang dan peluang laba bisa lebih besar,” ujarnya dalam forum diskusi di Jakarta kemarin (27/4).

Namun, lanjut dia, jalan menuju ke sana tidak sederhana. Saat ini sekitar 42 persen kebun sawit nasional dikelola petani. Namun produktivitasnya masih tertinggal jauh dibanding perusahaan besar. Rata-rata produksi hanya sekitar 2,6 ton per hektare per tahun. “Salah satu penyebab utama adalah lambatnya peremajaan sawit rakyat. Banyak tanaman sudah tua, tetapi proses replanting berjalan jauh dari kebutuhan ideal,” tuturnya.

Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Seger Budiardjo menyebutkan, dorongan industrialisasi juga menuntut perubahan mendasar di tingkat petani. Pola usaha yang masih individual dinilai tidak lagi memadai untuk masuk ke rantai industri yang lebih kompleks. (bry/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer