Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polda Metro Jaya Periksa 31 Saksi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek–KRL

P
SAMPAIKAN KETERANGAN: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto (dua dari kanan) menyampaikan perkembangan penyidikan kasus tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL kemarin (3/5).
SAMPAIKAN KETERANGAN: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto (dua dari kanan) menyampaikan perkembangan penyidikan kasus tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL kemarin (3/5).

Advertisement

 

JAKARTA – Polda Metro Jaya masih menyelidiki tragedi maut tabrakan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) yang menewaskan 16 penumpang. Hingga kini, penyidik telah memeriksa 31 saksi untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, para saksi berasal dari berbagai latar belakang, mulai pelapor, pengemudi taksi, petugas palang pintu perlintasan, PT KAI, warga, hingga korban yang selamat. "Penggalian kebenaran dilakukan menyeluruh untuk mendapatkan gambaran yang utuh," ucapnya kemarin (3/5).

Advertisement

Tahap Penyidikan

Budi menjelaskan, penanganan perkara dilakukan oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik telah melakukan pengecekan langsung olah kejadian tempat perkara (TKP), mengamankan barang bukti, mendalami rekaman CCTV, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit (RS) terkait kondisi korban. "Tim juga telah mengurus permintaan visum et repertum untuk kepentingan pembuktian hukum," jelasnya.

Selanjutnya, penyidik berencana memanggil sejumlah instansi, di antaranya Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) Pemprov DKI Jakarta, Taksi Green SM, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Tujuannya melengkapi berkas penyidikan dan memastikan penyebab utama kecelakaan dapat diungkap secara objektif," terangnya.

Sebelumnya, tabrakan beruntun terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Insiden itu bermula saat taksi mogok di perlintasan sebidang akibat gangguan kelistrikan. Kendaraan tersebut ditabrak KRL dari arah belakang. Beberapa menit kemudian, KRL dihantam KA Argo Bromo Anggrek.

Benturan keras itu menyebabkan gerbong khusus perempuan KRL mengalami kerusakan parah. Sebanyak 16 orang meninggal dalam kejadian tersebut. (ygi/aph)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

TRAGEDI BEKASI: Kecepatan Argo Bromo Anggrek 110 Km/Jam saat Menabrak KRL 5568

TRAGEDI BEKASI: Kecepatan Argo Bromo Anggrek 110 Km/Jam saat Menabrak KRL 5568

Sekitar sembilan jam lamanya Endang Kuswachyadi terjepit di dalam gerbong, khususnya penumpan Kereta Rel Listrik (KRL) yang harus pasrah diseruduk Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek itu. Peristiwa tabrakan terjadi pada S

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer