Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sindikat Joki UTBK di Unesa Loloskan 114 Mahasiswa

P
UNGKAP PERKARA: Dari kiri, Kasihumas POLRESTABES Surabaya AKP Hadi Ismanto, Kapolrestabes Kombespol Luthfie Sulistiawan, Kasatreskrim AKBP Edy Herwiyanto, dan Kasipropam Kompol Kamid menunjukkan barang bukti yang diamankan dari pelaku kemarin (7/5).
UNGKAP PERKARA: Dari kiri, Kasihumas POLRESTABES Surabaya AKP Hadi Ismanto, Kapolrestabes Kombespol Luthfie Sulistiawan, Kasatreskrim AKBP Edy Herwiyanto, dan Kasipropam Kompol Kamid menunjukkan barang bukti yang diamankan dari pelaku kemarin (7/5).

Advertisement

 SURABAYA – Sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang tertangkap di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 21 April lalu, beraksi terstruktur, rapi, dan sistematis. Modus yang menyerupai film Bad Genius. Mereka telah menyiapkan aksi jauh-jauh hari hingga dapat meloloskan 114 klien ke berbagai kampus. 

Polrestabes Surabaya membongkar strategi komplotan yang mencurangi UTBK dalam ungkap perkara kemarin (7/5). Sindikat joki tersebut beranggotakan 14 orang. Sebelum beraksi, mereka menyiapkan seluruh kebutuhan, mulai blangko KTP kosong, foto palsu untuk ijazah asli, stempel palsu, pembelajaran materi ujian, hingga menghafal identitas klien.

Pelaku yang bertugas sebagai joki wajib menghafal nama klien, nama kedua orang tua, hingga alamat asal. Namun, ada satu yang luput dari perhatian mereka. "Yang terlewat adalah pemahaman atas bahasa ibu dari pemesan jasa joki," jelas Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan kemarin (7/5).

Advertisement

HER, pihak yang memesan joki, berasal dari Sumenep, Madura. Sementara, joki, berinisial NRS yang lahir dan besar di Surabaya sehingga tidak memahami bahasa Madura. "Kebetulan pihak pengawas juga dari Madura. Saat ditanya dengan bahasa Madura tersangka tidak paham. Tidak mengerti," ucapnya.

Temuan itu menjadi pintu masuk untuk membongkar sindikat joki ujian yang telah beraksi selama 9 tahun sejak 2017 lalu. Ditambah lagi, foto NRS telah terekam dalam sistem Unesa dengan identitas yang berbeda pada UTBK 2025 lalu. Sindikat tersebut dipimpin oleh IKP, 41, yang berprofesi sebagai pengusaha laundry asal Surabaya.

Advertisement

Tingkatan Klaster

IKP beserta dengan empat orang lainnya masuk ke dalam klaster pelaksana perjokian atau penerima order. Tiga di antaranya berprofesi sebagai dokter. Komposisi tersebut menyesuaikan permintaan klien yang ingin lolos ke fakultas kedokteran (FK). Klaster kedua yaitu RZ, 46, dan anaknya, HER, 18, sebagai pemesan jasa joki untuk lolos jurusan kedokteran di kampus Malang. Sementara, klaster ketiga adalah NRS dan PIF yang bertugas untuk menggantikan calon mahasiswa asli saat UTBK berlangsung.

NRS diketahui telah meloloskan enam orang mahasiswa kedokteran sejak 2023. Padahal, dia dijadwalkan diwisuda dengan predikat cumlaude dari salah satu kampus di Surabaya pada Oktober mendatang. Adapun lima tersangka yang masuk klaster keempat bertugas membuat KTP palsu. Dua orang tersangka di antaranya merupakan ASN PPPK di kantor kecamatan wilayah Gresik yang menyediakan blangko kosong.

IKP, sebagai ketua sindikat mengerahkan anak buahnya untuk menawarkan jasa. Tarif jasa yang dipatok berkisar ratusan juta rupiah menyesuaikan dengan jurusan dan kampus yang diincar oleh para pemesan. "Tersangka utama saudara K menerima tender ini dengan biaya atau harga yang ditetapkan bervariasi antara Rp 500 juta sampai dengan Rp 700 juta," papar Luthfie. (leh/aph)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Iran Latih Warga Cara Gunakan Senapan AK-47

Iran Latih Warga Cara Gunakan Senapan AK-47

Sang pembawa acara di kanal televisi Ofogh itu mengarahkan senapan AK-47 ke atas dan langsung menarik pelatuk. Satu peluru hampa melesat. Satu tembakan lain diarahkan ke bendera Uni Emirat Arab, negeri yang tengah...

Rupiah Tembus Rp 17.500 Per Dolar AS, Pengusaha Semakin Tertekan

Rupiah Tembus Rp 17.500 Per Dolar AS, Pengusaha Semakin Tertekan

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat mulai menekan dunia usaha nasional. Kalangan industri menilai kondisi tersebut bukan sekadar gejolak sementara, melainkan bagian dari..

Diduga Keracunan MBG, 200 Siswa di Surabaya Alami Mual dan Pusing

Diduga Keracunan MBG, 200 Siswa di Surabaya Alami Mual dan Pusing

Sekitar 200 siswa dari 12 sekolah di Kelurahan Tembok Dukuh, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) kemarin (11/5).  Mereka mual dan muntah hingga pusing setelah menyantap menu daging...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer