Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Kaji Pembatasan BBM Subsidi Berdasar Kapasitas Mesin

P
KURANGI IMPOR: Petugas mengisi bahan bakar bersubsidi di salah satu SPBU di Depok, Jawa Barat, kemarin (18/5). (Foto: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
KURANGI IMPOR: Petugas mengisi bahan bakar bersubsidi di salah satu SPBU di Depok, Jawa Barat, kemarin (18/5). (Foto: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Advertisement

 PEMERINTAH mulai menyiapkan skema baru penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar penggunaannya lebih tepat sasaran. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembatasan pembelian pertalite dan biosolar berdasarkan jenis kendaraan serta kapasitas mesin kendaraan atau cubic centimeter (cc).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Robert Dumatubun mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dan arahan pemerintah terkait kebijakan tersebut. Saat ditanya apakah aturan tersebut sudah pasti dilaksanakan, Robert menyebut, pemerintah pusat yang memiliki wewenang untuk menyampaikan kepastian kabar tersebut.

Pertamina Patra Niaga, selanjutnya, terus berkoordinasi dan siap menjalankan keputusan pemerintah. "Kita saat ini sama-sama menunggu," ucapnya kemarin (18/5).

Advertisement

Tekan Konsumsi

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan, pembatasan tersebut bertujuan menekan konsumsi BBM subsidi yang selama ini dinilai belum sepenuhnya dinikmati masyarakat yang berhak.

"BBM pertalite, solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan di DEN dengan Pertamina Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi," ujar Satya dalam webinar Sarasehan Energi - Transisi Energi di Tengah Disrupsi Geopolitik Global belum lama ini. Menurut dia, pembatasan berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin berpotensi memangkas konsumsi BBM subsidi secara signifikan. "Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume," katanya.

Advertisement

Baca Juga: BI Yakin Rupiah Menguat Juli-Agustus

Tak hanya sektor BBM, pemerintah juga mulai menyiapkan transformasi subsidi elpiji 3 kilogram dari skema berbasis barang menjadi berbasis penerima manfaat. Nantinya distribusi elpiji subsidi akan mengacu pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selain melakukan penataan subsidi, pemerintah turut mendorong efisiensi konsumsi energi melalui percepatan elektrifikasi kendaraan, penguatan transportasi publik, hingga audit energi pada sektor industri. Di sisi pasokan, pemerintah juga mengoptimalkan domestic market obligation (DMO) batu bara dan gas untuk pembangkit listrik PLN serta memperluas implementasi biodiesel B50 guna menekan impor solar. Langkah tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia. (bry/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer