Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Bertani Padi, Roby Basik-Basik Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga di Merauke

C
Roby Basik-Basik, petani Orang Asli Papua (OAP) milenial yang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Roby Basik-Basik, petani Orang Asli Papua (OAP) milenial yang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Advertisement

JAGOSATU--Program pengembangan sawah rakyat di Merauke, Papua Selatan, terus memberikan manfaat nyata bagi petani setempat. Salah satunya dirasakan oleh Roby Basik-Basik, petani Orang Asli Papua (OAP) milenial yang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui usaha budidaya padi di lahan yang dikelolanya.

Roby dikenal sebagai salah satu pelopor petani muda di wilayahnya. Baginya, bertani bukan sekadar mata pencaharian, tetapi menjadi jalan untuk membangun masa depan keluarga dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Roby mengatakan, hasil pertanian yang diperoleh selama ini telah membantu memenuhi kebutuhan keluarga hingga membangun rumah dari hasil usaha tani yang dijalankannya.

Advertisement

“Saya rasakan lebih enak, lebih sukses. Sampai saya bisa bangun rumah itu, ini pribadi saya. Itu gara-gara saya garap tanam padi dan pertanian,” ujar Roby.

Menurutnya, pertanian telah menjadi sumber penghidupan utama keluarga. Dari hasil bertani, ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga berhasil meniti berbagai profesi.

“Anak-anak semua sekolah. Ada yang jadi tentara, ada yang jadi kowad (Korps Wanita Angkatan Darat), ada yang bekerja di kesehatan. Itu dari pertanian saya usahakan,” katanya.

Advertisement

Roby menuturkan bahwa saat ini tanaman padi yang dibudidayakan di lahannya tumbuh dengan baik. Bersama kelompok tani, ia terus melakukan perawatan secara intensif, termasuk menjaga tanaman dari gangguan hama agar produktivitas tetap terjaga.

“Hasilnya tetap baik,” ujarnya.

Selain terus mengembangkan usaha taninya, Roby berharap dukungan pemerintah terhadap petani di Merauke dapat terus diperkuat, terutama melalui penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas.

“Kalau untuk saya dari pemerintah, saya punya pengharapan. Untuk seterusnya itu saya harus bina, saya punya keluarga, Saya harus berjuang, harus semua harus begitu sama-sama. Harus bertani,” ungkapnya.

Advertisement
Editor : Clavel Lukas

Artikel Terkait

Petani dari Sabang sampai Merauke Sambut Prabowo, PENAS XVII Dipadati 100 Ribu Orang

Petani dari Sabang sampai Merauke Sambut Prabowo, PENAS XVII Dipadati 100 Ribu Orang

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tingginya antusiasme peserta mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap kemajuan sektor pertanian dan keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Dukung Hilirisasi Kelapa, Kementan Pastikan Puluhan Ribu Bibit Siap untuk Petani Sulut

Dukung Hilirisasi Kelapa, Kementan Pastikan Puluhan Ribu Bibit Siap untuk Petani Sulut

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan ke lokasi pembibitan kelapa di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, awal Mei lalu.

Cetak Sawah di Kampung Wanam Tingkatkan Produksi Dua Kali Lipat, Petani Minta Pemerintah Perluas Program di Papua

Cetak Sawah di Kampung Wanam Tingkatkan Produksi Dua Kali Lipat, Petani Minta Pemerintah Perluas Program di Papua

Mentan mengungkapkan, dalam pertemuan bersama Gubernur Papua Selatan, Bupati Merauke, dan masyarakat, muncul usulan agar pemerintah menambah luas cetak sawah hingga 10 ribu hektare.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer