JAGOSATU.COM -Stefan William Umboh adalah pemeran, model, penyanyi, direktur utama, dan politikus Indonesia keturunan Amerika Serikat, tetap bangga menjadi orang Manado Minahasa, (20/10/2023)
Nama Stefan William mulai dikenal publik saat membintangi serial Anak Jalanan, dengan panggilan akrabnya Stefan adalah anak yang dikandung dari darah campuran atau blasteran asal Indonesia, Amerika, Rusia dan Minahasa, yaitu orang tua: Ellen Thelma Umboh, Clinton Avery, sehingga lahir di luar negeri California Amerika, pada Agustus 1993.
Hal ini terungkap saat diwawancarai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PDIP DPRD Sulut Dapil Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung, Greivance Gilbert Lumoindong (GGL), yang juga tokoh muda Sulut.
Stefan menegaskan tetap bangga menjadi orang Manado. Ditengah kesibukannya sekarang, membuat kewalahan untuk pulang kampung. pada sesi pertanyaan. "Gua pake Bahasa Manado ya, karena emang bangga banget jadi orang Manado.
Baca Juga: Preview Liga Inggris Liverpool vs Everton: Siap Sajikan Derby Merseyside Penuh Gengsi
Kita sempat juga merasakan besar di Manado, dulu sekolah di Paal Dua Advent Manado. Intinya di sana itu, ada istilah Torang Samua Basudara, itu membanggakan. Jadi, meskipun torang sekarang so tinggal di Jakarta, tapi sesekali masih bale ke Manado," ungkap Stefan.
Diketahui, Stefan William memulai kariernya di 2008, dia mulai bermain film pertamanya, Bestfriend. Namanya baru mulai dikenal banyak orang ketika bermain di sinetron Arti Sahabat yang rilis pada 2010.
Saat itu, usianya sudah menginjak 17 tahun. Adapun sederetan penghargaan yang pernah diraih Stefan, berhasil dia raih dari bakat aktingnya yang memukau.
Diantaranya, Aktor Pemeran Utama Terfavorit Gaultennment Award, Aktor Drama Remaja Terfavorit dan Aktor Utama Ngetop SCTV Awards.
Pada 2015, namanya semakin mencuat setelah membintangi sinetron Anak Jalanan. Bahkan dia dan Natasha pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pasangan Terdahsyat dalam Dahsyatnya Awards 2016, hingga sekarang menjadi artis ternama yang terkenal blasteran berdarah Minahasa. (sam)
Editor : Nur Fadilah