JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan. Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan beras nasional saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang terdampak bencana alam seperti Provinsi Aceh.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri kegiatan Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (15/1). Dalam kesempatan itu, Amran menekankan bahwa stok beras nasional saat ini berada di level yang kuat dan menjadi penopang utama keberhasilan Indonesia mempertahankan swasembada pangan.
“Stok beras nasional kita saat ini sekitar 3,2 juta ton. Termasuk di Aceh, stoknya sangat kuat, bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama tiga hingga enam bulan ke depan. Jadi saya tegaskan, pangan tidak ada masalah, baik di Aceh maupun secara nasional,” ujar Amran di hadapan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Menurut Amran, pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat pascabencana, tetapi juga mempercepat pemulihan sektor pertanian agar produksi pangan tetap berkelanjutan. Rehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana menjadi bagian penting dari strategi menjaga pasokan beras nasional dalam jangka panjang.
Khusus untuk Provinsi Aceh, Amran mengungkapkan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 70 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi, terlebih proses penyerapan gabah petani lokal sudah kembali berjalan normal. Hal ini memberikan kepastian bagi petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen.
“Alhamdulillah, Indonesia telah satu tahun mencapai swasembada pangan. Ini adalah capaian strategis dan tercepat, berkat gagasan besar Bapak Presiden. Pemerintah berkomitmen memastikan pangan selalu aman, tersedia, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tegas Mentan Amran.
Data resmi menunjukkan bahwa total stok beras yang dikelola Bulog di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 106,7 ribu ton. Dari angka tersebut, Aceh menjadi provinsi dengan cadangan terbesar, yakni 71,3 ribu ton, disusul Sumatera Utara 25,7 ribu ton dan Sumatera Barat 9,7 ribu ton.
Sementara itu, secara nasional stok beras Bulog tercatat mencapai 3,35 juta ton. Angka tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton. Kondisi ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan Bulog dalam menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 dan seterusnya, Bulog akan terus memperkuat perannya dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan nasional, serta menyalurkan beras secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Ke depan, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin solid melalui peningkatan produksi, optimalisasi penyerapan gabah petani, serta distribusi pangan yang efisien. Swasembada pangan diharapkan tetap menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Editor : Toar Rotulung