Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Forest Menang di Menit Akhir, Dyche Sebut Ada Perubahan Mentalitas yang Mengejutkan

A
Dyche berpose didepan stadion skuad Nottingham Forest
Dyche berpose didepan stadion skuad Nottingham Forest

Jagosatu.com - Sean Dyche memuji adanya perubahan mentalitas Nottingham Forest setelah mereka meraih kemenangan dramatis 2-1 atas West Ham.


Advertisement

Pertandingan tersebut berlangsung di London Stadium dalam duel penting antara dua tim papan bawah klasemen.

Forest datang sebagai peringkat 17 dan West Ham berada tepat di bawahnya di posisi 18.

Kemenangan ini membuat Nottingham Forest menjauh tujuh poin dari zona degradasi Liga Inggris.

Advertisement

Gol penentu kemenangan Forest dicetak Morgan Gibbs-White melalui titik penalti pada menit ke-89.

Penalti diberikan setelah Gibbs-White dilanggar kiper West Ham, Alphonse Areola, di kotak terlarang.

Gibbs-White kini telah mencetak 22 gol di Premier League untuk Forest, hanya kalah dari Chris Wood dan Bryan Roy.

Advertisement

Ia juga tercatat selalu sukses mengeksekusi keempat penalti yang ia ambil di kompetisi tersebut.

Forest sempat tertinggal lebih dulu akibat gol bunuh diri Murillo pada babak pertama.

Itu merupakan kali ke-103 Forest tertinggal saat turun minum dalam laga Premier League.

Namun, kemenangan ini baru menjadi comeback kedua Forest setelah tertinggal di babak pertama sepanjang sejarah mereka di Premier League.

Comeback sebelumnya terjadi pada Januari 1997 saat Forest mengalahkan Tottenham.

Dyche mengaku sangat puas dengan sikap tenang dan kepercayaan diri pemainnya setelah tertinggal.

Ia menilai laga berjalan sulit dan penuh tekanan bagi kedua tim.

Menurut Dyche, timnya mampu tetap tenang dan menemukan cara untuk menang di babak kedua.

Meski senang, Dyche menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Sementara itu, West Ham memperpanjang catatan tanpa kemenangan menjadi 10 laga berturut-turut di liga.

Catatan tersebut menjadi yang terburuk bagi West Ham sejak periode 2006 hingga 2007.

West Ham juga menjadi salah satu tim yang paling banyak kehilangan poin dari posisi unggul musim ini.

Pelatih West Ham, Nuno Espirito Santo, tetap optimistis dan menegaskan timnya harus terus berjuang hingga akhir. (samt)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer