Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

F1 Tunda Percepatan Perubahan Aturan 2026

P

MENGKRITIK: Pembalap Red Bull, Max Verstappen, menilai duel F1 musim ini lebih banyak dipengaruhi penggunaan energi listrik pada mobil ketimbang kemampuan pembalap.
MENGKRITIK: Pembalap Red Bull, Max Verstappen, menilai duel F1 musim ini lebih banyak dipengaruhi penggunaan energi listrik pada mobil ketimbang kemampuan pembalap.


Advertisement

SHANGHAI – Formula 1 (F1) menunda rencana perubahan regulasi musim 2026, setidaknya hingga setelah Grand Prix Miami pada awal Mei. Menurut The Race, keputusan itu diambil karena belum ada kebutuhan mendesak untuk merevisi aturan baru.

Rencana awalnya, jika dalam dua seri awal di Australia dan Tiongkok regulasi baru menunjukkan masalah, maka F1 bisa mempercepat perubahan aturan pada Grand Prix Jepang akhir Maret ini. Namun, hasil di Shanghai justru menunjukkan gambaran lebih positif.

 

Advertisement

Seperti dilaporkan The Race, ada tiga faktor utama di balik keputusan menunda revisi. Pertama, dua balapan di Shanghai – sprint dan race utama – menunjukkan pertarungan yang cukup menarik. Karena itu, kekhawatiran soal kualitas tontonan tidak sepenuhnya terbukti.

 

Faktor kedua adalah perbedaan karakter sirkuit. Melbourne, yang jadi seri pembuka, sangat menuntut manajemen energi. Jadi, belum bisa memberikan gambaran utuh soal performa mobil 2026. Balapan di Jepang akhir bulan ini diharapkan memberi gambaran lebih akurat.

Advertisement

 

Ketiga, jeda waktu lebih panjang setelah pembalapan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi. Situasi ini memberi ruang bagi tim dan regulator untuk melakukan evaluasi teknis lebih mendalam sebelum memutuskan perubahan.

 

 

Meski begitu, kritik keras tetap muncul usai balapan di Shanghai. Pembalap Red Bull, Max Verstappen, jadi yang paling vokal. Menurutnya, duel yang terjadi lebih banyak dipengaruhi penggunaan energi listrik pada mobil ketimbang kemampuan pembalap.

"Ini mengerikan. Jika seseorang menyukai (dampak regulasi baru) ini, maka dia benar-benar tidak tahu seperti apa balapan itu," ucap Verstappen. (ka/dns/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Red Bull Siap Tinggalkan Sayap "Macarena", Dipicu Dua Insiden Beruntun yang Menimpa Verstappen

Red Bull Siap Tinggalkan Sayap "Macarena", Dipicu Dua Insiden Beruntun yang Menimpa Verstappen

Red Bull Racing berpotensi untuk meninggalkan desain sayap belakang unik yang dijuluki "Macarena" atau upside-down rear wing. Hal itu diakibatkan dua insiden beruntun yang dialami Max Verstappen di Grand Prix Austria....

Wali Kota Hengky Honandar Buka Karate Open Tournament Kajati Cup ke-5 dan Wali Kota Bitung 2026

Wali Kota Hengky Honandar Buka Karate Open Tournament Kajati Cup ke-5 dan Wali Kota Bitung 2026

Pemerintah Kota Bitung berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan olahraga.

Debut Sempurna Mitchell Bakker

Debut Sempurna Mitchell Bakker

Mitchell Bakker tak membutuhkan waktu lama untuk mencuri perhatian publik Indonesia. Penyerang berusia 19 tahun itu langsung mengukir debut sempurna bersama Timnas Indonesia saat menundukkan Kamboja 5-1 pada laga....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer