Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemantik Kontroversi, Pamer Honor, Lecehkan Perempuan, MUI: Boikot Ceramah Habib Alwi Assegaf!

H
Penulis: Hairil Paputungan❯
TAK LAYAK DITELADANI: Isi ceramah Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, melanggar nilai kesantunan, merusak citra Islam dan mengundang kontroversi luas hingga viral, kini ramai-ramai serukan boikot. (foto:ist)
TAK LAYAK DITELADANI: Isi ceramah Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, melanggar nilai kesantunan, merusak citra Islam dan mengundang kontroversi luas hingga viral, kini ramai-ramai serukan boikot. (foto:ist)

Advertisement

JAGOSATU.COM - Umat Islam makin kritis terhadap penceramah agama. Da’I, ustad yang ceramah memantik kontroversi, baik antar sesama umat Islam sendiri, dengan umat beragama lain, dan kehidupan berbangsa bernegara, diminta untuk dicekal pihak berwenang. Selain potensi menambah keriuahan di ruang publik, juga tak memberi manfaat edukasi buat generasi penerus dan seluruh umat Islam.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menangkap aspirasi di tengah masyarakat itu. Apalagi jika kemudian menjadi viral karena kontroversinya. Seperti yang dilakukan oleh MUI kepada Habib Alwi bin Abdurahman Assegaf.     

MUI meminta seluruh umat Islam di Indonesia memboikot dan tidak lagi mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah setelah ceramahnya viral dan dinilai merendahkan martabat perempuan. Lalu, apa kata Kementerian Agama?

Advertisement

"Dalam Islam, selain berfungsi menyampaikan pesan keagamaan, dakwah juga memberikan keteladanan melalui tutur kata dan perilaku. Rasulullah SAW adalah rujukan agung bagaimana dakwah Islam dijalankan," kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Pihaknya mengingatkan setiap dai menjaga etika dalam menyampaikan materi ceramah. Ia menekankan ceramah tak seharusnya merendahkan atau melukai martabat orang lain. Baik sesama umat Islam dan pemeluk agama lainnya.

"Karena itu, setiap penceramah atau dai yang berbicara di ruang publik hendaknya senantiasa menjaga etika dalam menyampaikan materi ceramah, termasuk dalam menggunakan humor agar tidak merendahkan atau melukai martabat orang lain," ujarnya.

Advertisement

Terkait sikap MUI yang meminta masyarakat memboikot Habib Alwi, Kemenag mengatakan akan menghormati sikap MUI. Kemenag pun berharap dakwah menjadi ruang yang mendidik dan menyejukkan umat.

"Terkait polemik yang berkembang, Kemenag mencermati aspirasi dan respons masyarakat. Kami pun menghormati peran MUI sebagai mitra pemerintah dalam membimbing umat. Harapannya, ruang dakwah dan majelis keagamaan tetap menjadi ruang yang menyejukkan, mendidik, serta memperkuat penghormatan terhadap sesama," ungkapnya.

 

MUI Minta Boikot

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer