Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liga Inggris Pekan ke-8: MU Mulai Diremehkan, Hanya Satu Poin di Zona Degradasi

H
MU MELONGO: Para pemain Manchester United hanya bisa terperangah melihat gawang mereka dibobol Bournemouth hingga tiga gol. MU kian terperosok ke papan bawah dan hanya satu strip dari zona degradasi. (doto:ist)
MU MELONGO: Para pemain Manchester United hanya bisa terperangah melihat gawang mereka dibobol Bournemouth hingga tiga gol. MU kian terperosok ke papan bawah dan hanya satu strip dari zona degradasi. (doto:ist)

Advertisement

JAGOSATU.COM - Kegarangan Manchester United di Liga Premier Inggris lenyap. Tak ada lagi kebanggaan. Yang muncul justru rasa percaya diri tim lawan jika berhadapan dengan Setan Merah. Salah satu diperlihatkan Bournemouth.

Di kandang sang musuh, Old Trafford, MU digasak Bournemouth 0-3. Tiga gol dari Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson membuat anak asuh Michael Carrick sama sekali tak berdaya.

Padahal tengah pekan lalu, MU juga kalah telak 1-4 di markas Como pada ajang Liga Champions.

Advertisement

Masa lalu MU yang begitu digdaya sama sekali tak terlihat.

Organisasi permainan MU seperti tidak ada koneksi. Salah satu momennya saat kebobolan gol pembuka dari situasi bola mati, yang kemudian berlanjut dua gol lainnya dari situasi eror pemain.

"Ketika sebuah tim sedang berjuang dalam pertandingan atau bertahan menghadapi situasi bola mati, biasanya kita bisa melihat kekompakan antarpemain. Kita bisa melihat mereka saling berbicara, dan itu menunjukkan apakah mereka benar-benar bermain sebagai sebuah tim atau tidak," kata Alderweireld dalam acara Match of the Day, yang dikutip dari BBC.

Advertisement

"Para pemain MU hanya berdiri diam. Dari bahasa tubuh mereka, saya tidak melihat tanda-tanda bahwa mereka siap melakukan segalanya demi pelatih, klub, atau para penggemar untuk mengubah situasi yang sedang mereka hadapi," sambungnya.

Alderweireld juga membandingkan MU era dahulu dengan yang sekarang. Dia merasa pemain MU yang saat ini sama sekali tidak membuat lawan takut.

"Mudah saja mengatakan bahwa mereka kekurangan pemimpin, tetapi memang itulah kenyataannya. Mereka tidak memiliki pemain dengan karakter dan mentalitas yang kuat," Alderweireld menjelaskan.

"Ini bukan soal kemampuan teknis. Namun, jika kalian berada di lorong stadion dan melihat mantan bek Manchester United seperti Nemanja Vidic atau Rio Ferdinand, bahasa tubuh mereka saja sudah cukup untuk membuat lawan merasa akan menghadapi pertandingan yang sangat sulit."

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer