Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lazio Terus Tempel Inter, Gattuso Takut Kena Vertigo, Juve dan Milan Tumbang

H
Penulis: Hairil Paputungan❯
TETAP MEMBUMI: Pelatih Lazio, Gennaro Gattuso enggan jemawa meski tim asuhanya menempel ketat Inter Milan di puncak klasemen. Dia bahkan takut melihat papan klasemen dan berseloroh trauma nanti kena vertigo. (foto:ist)
TETAP MEMBUMI: Pelatih Lazio, Gennaro Gattuso enggan jemawa meski tim asuhanya menempel ketat Inter Milan di puncak klasemen. Dia bahkan takut melihat papan klasemen dan berseloroh trauma nanti kena vertigo. (foto:ist)

Advertisement

JAGOSATU.COM - SS Lazio menjelma menjadi monster mengerikan di Liga Italia Serie A musim 2026/2027. Tim yang bermarkas di Ibukota Italia, Roma itu baru saja membantai Sassuolo dengan skor telak 2-6 di kandang lawannya. Kemenangan ini menjaga kans Lazio tetap di level atas Klasemen Serie hingga pekan ke-9. Bahkan, sebelum kemenangan 0-2 Inter Milan dini hari tadi, Lazio sempat berada di puncak beberapa jam.

Poin dan selisih gol Lazio dan Inter juga sama; +15 dan 25. Inter hanya unggul head to head. Pelatih Lazio Gennaro Gatusso bahkan takut melihat daftar klasemen. Mantan pelatih timnas Italia itu takut vertigonya kambuh jika kseringan menengok papan klasemen. Rino, panggilan gelandang badak AC Milan semasa aktif main itu tahu anak asuhnya terus menempel Inter. Dia bahkan tidak percaya tim Biru Langit ada di papan atas sejauh ini.  

Ya, Lazio memang masih terbang tinggi di Liga Italia musim ini. Walau begitu, Gattuso memilih bersikap realistis.

Advertisement

Skor di Stadion Mapei, Rabu (28/10/2026) dini hari menjadi kemenangan kedelapan Lazio dari sembilan laga Serie A, sempat menempatkan mereka di posisi capolista sebelum kembali direbut Inter Milan Kamis dini hari tadi usai mengalahkan Venezia dengan dua gol bunuh diri lawan.

Elang Ibu Kota ini juga menjadi satu dari empat tim Liga Italia yang masih belum terkalahkan. Ini sungguh di luar dugaan mengingat minimnya aktivitas belanja di bursa transfer musim panas lalu akibat dana yang terbatas.

Gattuso tetap menghadapi tren positif ini dengan kepala dingin. Ia bahkan mmemiliki sejumlah catatan yang mesti diperbaiki timnya meski baru saja menang besar.

Advertisement

"Saat kami tidak bermain agresif, kami harus belajar cara melakukan blok dalam aspek pertahanan. Sassuolo adalah tim yang sangat berbahaya, dan kami kurang baik dalam hal tersebut. Kondis mereka yang bermain dengan 10 pemain (akibat kartu merah Kristian Thorstvedt) cukup membantu kami," ujar Gattuso, dikutip Football Italia. Pada laga itu, Sassulo belum diperkuat pemain timnas Indoensia, Jay Idzes. Bang Jay memang sudah duduk di bangku cadangan pasca pulih dari cedera. Tapi pelatihnya tidak mau ambil risiko. Semenjak kapten Garuda itu absen main, Sassuolo terus terusan mengalami kekalahan. Bang Jay cedera usai memperkuat klubnya mengalahkan Juventus dan bahkan absen di FIFA ASEAN Cup yang dimenangi timnas Indonesia.   

Sementara itu, sudah lama Lazio tak menjadi penghuni papan atas seperti ini. Bahkan sudah lama sekali sejak mereka terakhir kali meraih gelar Serie A, yakni pada 2000 silam. Ini alasan kuat Gattuso masih enggan bicara peluang juara.

"Kami tidak melihat papan klasemen, kalau tidak, kami bisa terkena vertigo. Kami akan menjalani pertandingan demi pertandingan," lanjut Gattuso.

"Saya percaya takhayul, tetapi kami juga harus melihat kenyataan. Jika kami berpikir untuk sekadar mengatur jalannya pertandingan atau mempertahankan keunggulan, kami justru akan kesulitan. Kami harus terus melangkah dan menciptakan peluang seperti yang selama ini kami lakukan."

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer