Laga ini berlangsung panas dan penuh tekanan sejak menit awal di Stadion Gillette yang dipenuhi lebih dari 40 ribu penonton.
Messi tampil sebagai starter dan langsung memberikan ancaman sejak awal laga.
Pada menit ke-27, Messi memanfaatkan kesalahan lini belakang lawan dan mencetak gol pertama dengan sangat tenang.
Gol tersebut menjadi gol ke-869 dalam karier profesional Messi di semua kompetisi.
Sepuluh menit berselang, Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat kombinasi umpan dengan Busquets.
Dua gol cepat tersebut membuat Inter Miami membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu.
New England Revolution sempat mencetak gol melalui Carles Gil di menit ke-79, namun tidak cukup untuk menyamakan kedudukan.
Brace Messi ini jadi brace keempat secara beruntun dalam empat laga terakhir MLS.
Catatan tersebut belum pernah dicapai oleh pemain mana pun di kompetisi ini.
Dengan tambahan dua gol itu, Messi resmi mengoleksi 870 gol sepanjang kariernya.
Pencapaian ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak di era sepak bola modern.
Penampilan Messi kali ini juga sangat efisien, dengan dua gol dari tiga tembakan ke gawang.
Kombinasi antara Messi, Busquets, dan Luis Suárez semakin terlihat menyatu di lapangan.
Pelatih Inter Miami memuji Messi sebagai “pemain yang tak mengenal usia”.
Kemenangan ini sangat penting bagi Inter Miami yang tengah bersaing di papan atas klasemen Wilayah Timur.
Suporter yang hadir memberi standing ovation saat Messi ditarik keluar di menit-menit akhir pertandingan.
Inter Miami kini mengantongi tiga kemenangan beruntun sejak Messi kembali dari cedera ringan.
Messi juga dinobatkan sebagai Man of the Match atas kontribusi besarnya dalam laga tersebut.
Para pengamat menyebut penampilan Messi malam itu sebagai salah satu yang paling tajam musim ini.
Meski sudah berusia 38 tahun, Messi tetap menunjukkan level permainan yang luar biasa konsisten.
870 gol hanyalah angka, tetapi bagaimana Messi mencetaknya adalah bukti ia memang GOAT.(anl)
Editor : ALengkong