JAGOSATU.COM - Persaingan untuk menduduki kursi Senator semakin memanas menjelang pemilihan umum 2024 yang dijadwalkan akan berlangsung pada 14 Februari tahun depan.
Dalam daftar calon sementara (DCS) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) di daerah pemilihan Sulawesi Utara (Sulut), terdapat delapan bakal calon yang siap bersaing untuk meraih empat kursi yang tersedia.
Kedelapan calon tersebut adalah Abid Takalamingan, Adriana Dondokambey, Cherish Harriette, Djafar Alkatiri, Maya Rumatir, Murphy Eldy Kuhu, Putri Rejeki Kasad, dan Stefanus BAN Liow.
Masing-masing calon memiliki latar belakang yang berbeda dan potensi dukungan yang beragam. Sebagai contoh, Abid Takalamingan, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulut, diyakini memiliki potensi meraih suara terutama di Kota Manado dan daerah kepulauan.
Abid Takalamingan berkomentar, "Saya politisi sejak muda dan pernah menjadi anggota DPRD pada usia yang sangat muda, 36 tahun. Kemudian, saya memiliki banyak pengalaman dalam berbagai bidang, termasuk sebagai Ketua Baznas.
Semua itu adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat. Jika saya maju tahun depan, saya akan berusia 61 tahun. Ini adalah kesempatan di usia yang matang."
Selanjutnya, Adriana Dondokambey, seorang anggota DPR RI dapil Sulut periode 2019-2024, yang sangat dikenal oleh masyarakat Sulut. Adriana saat ini dipercayai menjadi Ketua Pelayanan Kelompok Lansia Sinode GMIM dan sebelumnya menjabat sebagai Ketua W/KI Sinode GMIM.
Diperkirakan bahwa Adriana Dondokambey memiliki dukungan yang merata di hampir 15 kabupaten/kota di Sulut, terutama di wilayah yang terkait dengan pelayanan GMIM, khususnya di Manado, Minahasa Utara, dan Bitung.
Adriana juga memiliki modal politik yang kuat dan berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilu legislatif 2019, dengan total 213.224 suara.
Adriana menyatakan, "Saya ingin lebih dekat dengan melayani masyarakat, jadi saya memilih untuk maju sebagai calon Senator DPD RI."
Cherish Harriette, seorang calon milenial dan juga petahana, yang berhasil mengumpulkan 180.224 suara dalam pemilu legislatif 2019.
Meskipun Cherish adalah petahana, namanya belum begitu dikenal di seluruh masyarakat Sulut, sehingga kemungkinan besar dukungan untuknya terpusat di daerah Bolmong Raya yang memiliki sekitar 500 ribu penduduk.
Incumbent lain yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan DPD RI adalah Djafar Alkatiri, yang sering melakukan kunjungan ke beberapa wilayah termasuk Manado, Bitung, dan Bolmong Raya.
Djafar sebelumnya merupakan seorang politikus senior dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan telah beberapa kali menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut.
Senator Maya Rumatir juga mengajukan diri kembali sebagai calon Senator. Maya, yang juga dikenal sebagai mantan artis, memiliki popularitas yang tinggi di masyarakat Sulut dan berhasil meraih 206.946 suara pada pemilu legislatif 2019.
Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan aktif dalam kegiatan sosial.
Terakhir, muncul pula wajah baru dalam persaingan kursi Senator, yaitu Murphy Kuhu, yang aktif dalam bidang pengembangan komunitas.
Murphy Kuhu, yang sebelumnya bekerja sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat di Kementerian Desa, merangkul warga desa dan berharap dapat mendapatkan dukungan dari mereka untuk lolos sebagai calon Senator DPD RI.
Putri Rejeki Kasad Mondo Pangemanan juga merupakan calon baru dalam pemilihan DPD RI dan diharapkan mendapatkan dukungan dari daerah Bolmong Raya. Putri memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan notaris.
Terakhir, Stefanus Berty Arnicotje Nicolaas Liow, yang merupakan petahana di DPD RI. Sebelum terpilih pada 2019, Liow adalah pengganti antar waktu (PAW) dan memiliki dukungan yang tersebar di wilayah Minahasa Raya, terutama Tomohon. Saat ini, istri Liow, Miky Wenur, juga menjadi anggota DPRD Kota Tomohon. (mpo)
Editor : Tina Mamangkey