Langit Malam Akan Dijual? Startup Ini Punya Rencana yang Bikin Merinding.

JagoSatu.com - Ada ide gila dari startup Reflect Orbital: menjual "sinar matahari" di malam hari menggunakan 4.000 cermin raksasa di luar angkasa. Terdengar seperti plot film fiksi ilmiah, rencana ini langsung bikin banyak orang skeptis.
Startup asal California ini berencana memantulkan cahaya matahari pakai cermin raksasa untuk pelanggan di Bumi. Tujuannya untuk pertanian surya, perkebunan, hingga menggantikan lampu kota.
Dilansir oleh Space.com, para astronom panik dan menyebut rencana ini "bencana besar" serta "mengerikan". Mereka khawatir akan polusi cahaya masif yang dapat merusak teleskop dan menyilaukan pengamat bintang.
Reflect Orbital sudah mengajukan izin ke FCC untuk meluncurkan satelit uji coba EARENDIL-1 di awal 2026. Jika disetujui, target ambisius mereka adalah meluncurkan 4.000 satelit pada 2030.
Cermin uji cobanya saja sudah berukuran raksasa, mencapai 18 meter, dan mampu menerangi area selebar 3 mil di Bumi. Cahayanya empat kali lebih terang dari bulan purnama, sebuah polusi cahaya masif.
Nantinya, cermin bisa lebih besar lagi hingga 54 meter. Perusahaan mengklaim cermin bisa dimiringkan saat tak digunakan, tapi keandalan sistem mekanis yang rumit di luar angkasa ini sangat diragukan.
Meskipun secara fisika memungkinkan, tantangan teknisnya dianggap sangat sulit. Dilansir oleh Live Science, pakar Fionagh Thomson bahkan menyebut rencana ini 'cacat secara teknis sejak awal' dan 'sangat tidak mungkin terwujud'.
Ide ini sebenarnya bukan hal baru. Dikutip dari Live Science, Rusia pernah mencoba hal serupa dengan satelit Znamya di tahun 90-an, namun proyek itu dihentikan karena masalah kontrol.
Kalaupun berhasil, para ahli meragukan efisiensinya untuk menghasilkan listrik. Cahaya pantulannya ribuan kali lebih redup dari matahari siang. Ini cara yang sangat mahal dan boros.
Efeknya bagi astronomi berbasis darat bisa sangat merusak. Ribuan cermin ini akan tampak seperti 'bintang baru' yang bergerak cepat, mengotori gambar teleskop dan penelitian ilmiah.
Royal Astronomical Society, dilansir oleh Space.com, menyatakan 'sangat prihatin'. Ini bisa menjadi preseden buruk untuk privatisasi dan mengubah langit malam, yang merupakan sumber daya global, secara permanen.
Bahayanya tak main-main bagi manusia. Berada di bawah sorotannya bisa menyilaukan, dan menatapnya lewat teleskop dapat merusak mata. Risiko bagi pilot pesawat juga sangat nyata dan tidak bisa diterima.
Selain itu, cermin raksasa ini rentan tertabrak sampah antariksa. Jika hancur, ia bisa menciptakan kilatan tak terduga di langit dan yang lebih parah, menambah jumlah sampah antariksa.
Astronom Samantha Lawler menyebutnya 'mengerikan', menyoroti celah regulasi yang besar. Sementara itu, perusahaan baru akan melakukan penilaian risiko lingkungan setelah prototipenya diluncurkan, sebuah langkah yang sangat keliru.
Proyek ambisius tapi kontroversial ini memunculkan banyak pertanyaan. Menurut kalian, apakah ide untuk menjual sinar matahari di malam hari ini jenius atau justru sebuah bencana besar? (tmtiwow)
