Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

NVIDIA Bangun Jaringan Superkomputer Raksasa: Ilmuwan Dunia Bisa Kerja 10x Lebih Cepat!

A

Photo
Photo


Advertisement

Jagosatu.com – NVIDIA mengumumkan jaringan superkomputer ilmiah baru yang tersebar di berbagai negara untuk mendukung riset kecerdasan buatan skala besar.

Jaringan baru ini dirancang untuk mempercepat penelitian di bidang sains, teknologi, dan komputasi tingkat lanjut.

Menurut laporan NVIDIA, lebih dari 80 sistem komputasi ilmiah baru sudah mulai dibangun di seluruh dunia.

Advertisement

Sistem ini memakai teknologi accelerated computing yang dapat mempercepat proses komputasi hingga beberapa kali lipat.

Accelerated computing adalah pendekatan yang menggunakan GPU dan AI untuk mempercepat kalkulasi berat yang biasanya lambat di CPU biasa.

NVIDIA menjelaskan bahwa jaringan ini ditujukan untuk riset cuaca, simulasi fisika, kesehatan, hingga eksplorasi luar angkasa.

Advertisement

Para ilmuwan di seluruh dunia disebut akan mendapatkan kecepatan komputasi jauh lebih tinggi dari biasanya.

Menurut NVIDIA, superkomputer baru ini mampu mengolah data yang sangat besar dengan waktu jauh lebih singkat.

Hal ini membuat proses penelitian yang biasanya butuh berhari-hari bisa selesai dalam hitungan jam.

Beberapa universitas besar dan pusat riset global sudah masuk dalam jaringan superkomputer ini.

NVIDIA menyebut sistem-sistem tersebut menggunakan arsitektur GPU terbaru yang dioptimalkan untuk AI.

Arsitektur ini memungkinkan model AI besar dilatih dengan lebih stabil dan lebih efisien.

Teknologi ini juga mendukung pengembangan model simulasi fisika yang sangat kompleks.

Menurut laporan NVIDIA, riset iklim menjadi salah satu fokus utama karena butuh data besar dan simulasi rumit.

Dengan jaringan superkomputer ini, ilmuwan dapat memprediksi perubahan iklim lebih akurat dan cepat.

Sistem baru itu juga membantu peneliti di bidang biologi dalam memodelkan struktur protein dan obat baru.

NVIDIA menilai bahwa masa depan riset ilmiah akan bergantung pada sistem komputasi cepat seperti ini.

Beberapa perusahaan teknologi juga dikabarkan mulai menggunakan jaringan tersebut untuk pengembangan produk.

NVIDIA berharap jaringan superkomputer global ini mendorong inovasi yang lebih besar di bidang sains.

Peluncuran ini sekaligus menunjukkan bahwa komputasi berbasis AI makin menjadi standar dalam penelitian modern.

NVIDIA menegaskan bahwa jaringan ini bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk komunitas riset global. (J)

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : Nvidia

Artikel Terkait

Studi Baru Ungkap Penyakit Sapi Gila Bukan Hanya Disebabkan oleh Prion

Studi Baru Ungkap Penyakit Sapi Gila Bukan Hanya Disebabkan oleh Prion

Studi terbaru dari University of Alberta menunjukkan bahwa penyakit sapi gila bisa dipicu oleh endotoksin bakteri, menantang teori prion yang lama berlaku.

Bukan Hanya Panda, Ini Deretan Hewan yang Memiliki Tingkat Kecerdasan Terendah

Bukan Hanya Panda, Ini Deretan Hewan yang Memiliki Tingkat Kecerdasan Terendah

Deretan hewan yang dianggap memiliki kecerdasan rendah berdasarkan pola perilaku dan evolusinya. Simak penjelasan ilmiah mengenai tingkat kognitif satwa tersebut.

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Arah persaingan akal imitasi (AI) global kian bergeser ketika Alphabet Inc., induk Google, menyiapkan investasi hingga 40 miliar dolar AS atau hampir Rp 690 triliun ke Anthropic. Investasi ini menunjukkan bahwa...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer