Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dulu Mustahil, Kini Nyata: Quick Share Kini Kompatibel Penuh dengan AirDrop!

T
Tampak Smartphone Android Sedang Bertukar File dengan iPhone
Tampak Smartphone Android Sedang Bertukar File dengan iPhone

JagoSatu.com - Google baru saja memecahkan masalah yang selama ini mustahil. Fitur Android Quick Share kini bisa langsung berbagi file dengan AirDrop Apple. Kabar super baik buat kita semua, tak ada lagi tembok pemisah platform!


Advertisement

Kecanggihan ini pertama kali hadir di seri Pixel 10. Kini, mengirim file jadi super mudah tanpa perlu pusing memikirkan jenis ponsel penerima. Dua ekosistem terbesar ini akhirnya bisa akur.

Keamanan jadi prioritas utama. Dilansir oleh Google, VP mereka, Dave Kleidermacher, menjelaskan fitur ini dirancang dengan standar keamanan ketat, termasuk Threat Modeling, untuk melindungi data pengguna.

Keamanannya juga dibuat berlapis-lapis, menggabungkan proteksi dari Android dan iOS. Tujuannya untuk menangkal berbagai risiko umum yang mungkin terjadi saat proses transfer data.

Advertisement

Salah satu kunci utama keamanannya adalah penggunaan bahasa pemrograman Rust. Bahasa ini dikenal mampu menutup berbagai celah keamanan memori, menjadikannya standar emas untuk sistem yang aman.

Menurut Google, bug pada pemrosesan data di masa lalu sering menyebabkan celah keamanan. Namun, Rust mampu mencegah eksploitasi semacam ini dengan aturan memori yang sangat ketat.

Saat ini, fitur tersebut berfungsi dengan mode "Semua Orang selama 10 menit" di AirDrop. Kerennya lagi, proses transfer ini bersifat peer-to-peer, artinya data tidak transit melalui server pihak ketiga.

Advertisement

Google menegaskan ini bukan sekadar 'akalan' sesaat, tapi integrasi protokol sungguhan. Dilaporkan oleh Google, mereka berharap bisa bekerja sama dengan Apple untuk mengaktifkan mode "Hanya Kontak".

Untuk keamanan tambahan, pengguna harus mengonfirmasi nama perangkat penerima secara langsung. Langkah simpel ini penting agar file berhargamu tidak salah kirim ke orang yang tidak dikenal.

Hasilnya pun bukan main-main. Menurut Google, penilaian dari pihak ketiga menemukan interoperabilitas ini "jauh lebih kuat" dari implementasi lain. Sebuah pujian yang sangat tinggi di dunia keamanan siber.

Untuk memastikan keamanannya, Google tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng NetSPI, perusahaan keamanan pihak ketiga yang ternama, untuk melakukan validasi independen terhadap fitur ini.

Bahkan pakar keamanan legendaris sekelas Profesor Dan Boneh dari Stanford turut memuji penggunaan Rust dalam fitur ini. Pengakuan darinya menjadi bukti kuat akan keamanan fitur baru tersebut.

Pendekatan desain yang komprehensif ini, mulai dari Threat Modeling hingga pengujian ekstensif, memastikan keamanannya terjamin sejak awal. Sebuah contoh bagus dari integrasi keamanan produk.

Google menegaskan bahwa ini baru permulaan. Rencananya, fitur canggih ini akan diperluas ke lebih banyak perangkat Android di masa depan agar bisa dinikmati semua orang.

Kolaborasi semacam ini adalah hal yang sangat dibutuhkan industri seluler. Nah, menurut kalian, fitur apa lagi yang seharusnya bisa lintas platform begini? (tmtiwow)

Advertisement

Artikel Terkait

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Google kembali membuat gebrakan besar. Perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin itu mengubah mesin pencari Google menjadi sistem akal imitasi (AI) yang otonom (bisa bekerja sendiri). Perubahan ini disebut....

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

LONDON – Laporan terbaru dari Google mengungkap perubahan drastis dalam situasi keamanan siber global. Dalam waktu hanya tiga bulan, praktik peretasan berbasis akal imitasi (AI) berkembang dari ancaman awal menjadi....

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Arah persaingan akal imitasi (AI) global kian bergeser ketika Alphabet Inc., induk Google, menyiapkan investasi hingga 40 miliar dolar AS atau hampir Rp 690 triliun ke Anthropic. Investasi ini menunjukkan bahwa...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer