Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perangkat AI yang Dulu Viral Kini Jadi Milik Meta Apa Artinya untuk Privasimu?

A

Meta memperluas ambisi AI melalui akuisisi perangkat wearable Limitless
Meta memperluas ambisi AI melalui akuisisi perangkat wearable Limitless


Advertisement

Jagosatu.com - Perangkat AI Limitless yang dulu viral karena bisa merekam percakapan secara otomatis kini resmi dibeli oleh Meta.

Meta mengakuisisi Limitless sebagai langkah untuk memperkuat teknologi wearable yang memakai kecerdasan buatan.

Menurut Reuters informasi dari perusahaan mengonfirmasi bahwa Limitless membuat perangkat berbentuk pendant yang bisa mendengar percakapan sekitar lalu mengubahnya menjadi teks.

Advertisement

Perangkat ini pernah populer karena dianggap sebagai alat yang bisa membantu orang mengingat hal penting tanpa perlu mencatat manual.

Meta melihat teknologi ini sebagai bagian dari upaya besar mereka untuk menciptakan asisten pribadi berbasis AI yang selalu siap membantu penggunanya.

Dilansir dari TechCrunch Limitless langsung menghentikan penjualan perangkat kepada pelanggan baru setelah akuisisi diumumkan.

Advertisement

Limitless juga mengumumkan bahwa pengguna lama tetap akan mendapatkan dukungan selama setidaknya satu tahun agar mereka tidak langsung kehilangan akses.

Pelanggan lama diubah ke paket Unlimited Plan tanpa biaya sehingga mereka tetap bisa menggunakan fitur yang sudah ada.

Menurut laporan The Indian Express pendant Limitless mampu merekam berbagai percakapan lalu membuat ringkasan otomatis melalui AI.

Teknologi seperti ini dikenal dengan istilah ambient recording yang berarti perangkat bisa merekam hal yang terjadi di sekitar tanpa perlu diaktifkan secara manual.

Ambient recording sering menuai perdebatan karena berkaitan langsung dengan privasi orang lain yang tidak selalu tahu dirinya sedang direkam.

Meta menyatakan teknologi Limitless akan membantu mereka membangun perangkat AI wearable yang lebih pintar dan lebih responsif terhadap percakapan nyata.

Beberapa ahli menilai langkah ini dapat memunculkan pertanyaan serius soal data sensitif terutama soal siapa yang mengontrol rekaman dan di mana datanya disimpan.

Limitless sebelumnya juga memiliki software Rewind yang mampu mencatat aktivitas laptop dan membuat ringkasan namun layanan ini ikut dihentikan setelah akuisisi.

Meta tampaknya hanya fokus pada teknologi perangkat wearable bukan platform pencatat aktivitas komputer seperti Rewind.

Meta memiliki sejarah panjang dalam isu privasi sehingga banyak orang khawatir teknologi rekaman otomatis bisa membuka potensi penyalahgunaan.

Menurut Investing laporan menunjukkan Meta benar benar ingin membuat superintelijensi pribadi yaitu AI yang dapat memahami dan membantu pengguna dengan lebih akurat dalam kehidupan sehari hari.

Teknologi seperti ini bisa membantu produktivitas tetapi juga memerlukan pengaturan privasi yang sangat ketat agar tidak digunakan sembarangan.

Para pengguna diminta untuk memahami bahwa perangkat seperti ini harus digunakan dengan etika terutama saat berada di tempat umum atau berbicara dengan orang lain.

Perdebatan tentang privasi di era AI wearable kemungkinan semakin besar setelah Meta menggabungkan Limitless ke dalam ekosistem produknya.

Akuisisi ini menjadi sinyal bahwa masa depan perangkat pribadi mungkin akan dipenuhi alat yang bisa merekam menganalisis dan menyimpulkan percakapan di sekitar kita. (KT)

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : Reuters, Gadgets360, TechCrunch, The Indian Express, Investing.com

Artikel Terkait

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Perusahaan teknologi kini memburu jutaan buku lawas untuk melatih model kecerdasan buatan demi meningkatkan kualitas bahasa dan penalaran mesin.

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Ketahui apa itu fenomena brain rot akibat konsumsi konten digital berlebihan serta berbagai dampaknya yang mengancam kesehatan mental.

Riset Ungkap Hampir Separuh Generasi Z Bentuk Hubungan Bermakna dengan AI

Riset Ungkap Hampir Separuh Generasi Z Bentuk Hubungan Bermakna dengan AI

Riset tren global terbaru mengungkap bahwa hampir separuh generasi Z di seluruh dunia mengaku telah membangun hubungan yang bermakna dengan kecerdasan buatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer