Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SpaceX Berambisi Membangun Permukiman Permanen di Bulan

P
Konsep artistik pendaratan pesawat luar angkasa Starship milik SpaceX di permukaan bulan. SpaceX memproyeksikan Bulan sebagai fokus pembangunan permukiman permanen daripada Mars. (NASASPACEX)
Konsep artistik pendaratan pesawat luar angkasa Starship milik SpaceX di permukaan bulan. SpaceX memproyeksikan Bulan sebagai fokus pembangunan permukiman permanen daripada Mars. (NASASPACEX)

WASHINGTON – CEO SpaceX Elon Musk kembali menggeser arah ambisi antariksa perusahaan. Jika sebelumnya Mars menjadi tujuan utama kolonisasi manusia, kini mereka memproyeksikan Bulan sebagai fokus awal pembangunan permukiman permanen.


Advertisement

Melalui X, Musk mengumumkan bahwa SpaceX akan mengarahkan sebagian besar sumber dayanya untuk membangun kota mandiri berkelanjutan di Bulan. Konsepnya adalah sebuah permukiman yang mampu berkembang secara bertahap melalui pemanfaatan sumber daya lokal, dukungan infrastruktur energi, serta sistem kehidupan yang menopang dirinya sendiri. Targetnya ambisius: terwujud dalam waktu kurang dari satu dekade.

Melansir dari Reuters kemarin (9/2), pertimbangan teknis dan logistik menjadi alasan utama perubahan arah tersebut. Peluncuran ke Bulan dapat dilakukan lebih sering dengan waktu tempuh jauh lebih singkat daripada misi ke Mars.

 

 

Di tingkat global, keputusan Musk itu menarik perhatian karena perlombaan kedirgantaraan kembali memanas. AS dan Tiongkok kini berlomba mengembangkan teknologi dan misi ke Bulan. Investor dan pengamat industri menilai langkah itu sebagai reorientasi strategis yang dapat mempercepat dominasi SpaceX dalam eksplorasi antariksa komersial.

Advertisement

Pergeseran fokus tersebut juga berlangsung di tengah manuver bisnis besar lain, termasuk rencana merger SpaceX dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI, yang memperluas cakupan visi Musk pada integrasi teknologi AI dan infrastruktur antariksa. (din/dri/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Perusahaan teknologi kini memburu jutaan buku lawas untuk melatih model kecerdasan buatan demi meningkatkan kualitas bahasa dan penalaran mesin.

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Ketahui apa itu fenomena brain rot akibat konsumsi konten digital berlebihan serta berbagai dampaknya yang mengancam kesehatan mental.

Riset Ungkap Hampir Separuh Generasi Z Bentuk Hubungan Bermakna dengan AI

Riset Ungkap Hampir Separuh Generasi Z Bentuk Hubungan Bermakna dengan AI

Riset tren global terbaru mengungkap bahwa hampir separuh generasi Z di seluruh dunia mengaku telah membangun hubungan yang bermakna dengan kecerdasan buatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer