Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemuda di Talaud Tewas Bunuh Diri Usai Minum Racun, Diduga Depresi karena Masalah Cinta

T
Pihak Polsek Rainis saat melakukan interogasi kepada para saksi (Istimewa)
Pihak Polsek Rainis saat melakukan interogasi kepada para saksi (Istimewa)

JAGOSATU.COM - Peristiwa bunuh diri baru-baru ini telah menggegerkan Kabupaten Kepulauan Talaud.


Advertisement

Seorang pemuda berusia 20 tahun dengan inisial RL dari Desa Bantane, Kecamatan Rainis, nekat minum racun hama jenis spontan pada Rabu (7/2).

Kapolsek Rainis, Iptu Glen Damar, mengungkapkan kronologis kejadian berdasarkan keterangan dari saksi Samuel (53), yang merupakan ayah korban.

"Pada pukul 19.00 Wita anaknya pamit kepada orang tua dan keluar dari rumah. Sekira pukul 23.00 Wita sang anak bertemu dengan ayah di jalan dekat rumah mereka," ungkap Kapolsek.

Advertisement

Selanjutnya, sekitar pukul 1 dini hari, korban membangunkan orang tuanya yang susah tidur, mengeluhkan sakit kepala dan perut.

"Saat mulai muntah-muntah, ayah korban mencium bau racun dari muntahan tersebut. Lalu ayah korban melihat gelas berada di atas meja seperti masih ada sisa racun.

Melihat hal itu ayah korban segera melihat botol racun yang sebelumnya masih disegel telah terbuka. Dan sudah berkurang air racunnya," terang Kapolsek.

Advertisement

Korban saat itu segera pergi ke kamar mandi dan menyuruh orang tuanya untuk menyiramkan air ke tubuhnya.

Setelah itu kedua orang tua memberikan pertolongan pertama dengan memberikan susu kepada korban, lalu langsung membawanya ke Puskesmas Rainis.

Namun, dokter di sana menjelaskan bahwa tidak ada obat penawar racun dan menyarankan untuk membawa korban ke Puskesmas Beo.

"Tiba di Puskesmas Beo, dokter segera melakukan pertolongan. Namun korban hanya bertahan sekitar 20 menit di puskesmas kemudian meninggal dunia," kata Kapolsek.

Kapolsek juga menyampaikan, menurut keterangan ibu korban, VL (49), pada pukul 1 malam, korban pulang ke rumah setelah bermain dengan temannya.

"Diduga korban melakukan bunuh diri dengan meminum racun karena ada masalah dengan kekasihnya.

Ditemukan percakapan di HP korban yang menyatakan bahwa korban akan meminum racun," jelasnya.

Mantan Kapolsek Miangas ini menambahkan, begitu mendapat informasi, pihaknya langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan interogasi terhadap saksi-saksi.

"Saat akan dilakukan otopsi, pihak keluarga menolak. Karena keluarga korban sudah menerima kematian korban," tambahnya. (mpo)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer