Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Google Kalah Lawan Epic Games: Play Store Dirombak Total!

T
Ilustrasi Logo Google dan Epic Games
Ilustrasi Logo Google dan Epic Games

JagoSatu.com - Gebrakan besar di dunia 'perang' aplikasi mobile! Google dan Epic Games akhirnya damai dalam kasus antitrust mereka. Hal ini memaksa perubahan global pada Play Store dan jadi kemenangan besar bagi developer.


Advertisement

Kerennya lagi, kesepakatan ini berlaku global hingga Juni 2032. Aturan yang sama di seluruh dunia ini jadi angin segar bagi developer yang pusing dengan aturan yang beda-beda di tiap negara.

Dilansir oleh Ars Technica, inti kesepakatannya adalah pemotongan biaya layanan Google. Dari yang tadinya 15-30%, kini turun jadi 9% atau 20% tergantung jenis transaksinya.

Biaya 20% dikenakan untuk pembelian item yang kasih keuntungan signifikan dalam game, kayak power-up atau loot box. Sementara biaya 9% berlaku untuk sebagian besar transaksi mikro lainnya.

Advertisement

Eits, tapi ada syaratnya. Jika developer tetap memakai sistem pembayaran Google, akan ada komisi tambahan 5%. Jadi totalnya tetap kena potongan 14% atau 25%.

Google juga tetap bisa menarik biaya dari sistem pembayaran pihak ketiga, meski mereka harus menyediakan API untuk melacaknya. Intinya, Google tetap mau bagiannya dari semua transaksi.

Epic juga sedikit mengalah. Mereka setuju Google boleh mewajibkan Play Billing tetap ada sebagai opsi, di samping metode pembayaran lain. Ini kompromi yang adil; tujuannya pilihan, bukan monopoli.

Advertisement

Perubahan terbesar? Lahirnya 'Toko Aplikasi Terdaftar'. Ini adalah toko aplikasi pihak ketiga yang bisa disertifikasi resmi oleh Google. Benar-benar game-changer yang bikin persaingan jadi adil!

Nantinya, toko aplikasi ini bisa di-install sekali klik dari website, tanpa ada layar peringatan menyeramkan seperti sideloading biasa. Selamat tinggal 'friksi instalasi' yang bikin ribet!

Setelah terpasang, toko aplikasi ini punya kemampuan setara Play Store, seperti instalasi mulus dan update otomatis. Persaingan jadi seimbang dan toko aplikasi lain jadi lebih menarik.

Dilaporkan oleh Ars Technica, Google boleh menetapkan 'syarat wajar' dan biaya untuk sertifikasi toko aplikasi ini. Masih ada penjaga gerbang, tapi gerbangnya kini jauh lebih lebar.

CEO Epic, Tim Sweeney, menyebutnya 'proposal yang luar biasa' yang 'benar-benar menguatkan visi awal Android sebagai platform terbuka,' dikutip dari Ars Technica. Pujian setinggi langit dari rival berat Google!

Sementara itu, bos Android Google, Sameer Samat, bilang kesepakatan ini meningkatkan persaingan sambil tetap menjaga keamanan pengguna. Isu keamanan kini harus dibuktikan, bukan cuma diasumsikan.

Kapan ini berlaku? Perubahan biaya bisa dimulai akhir tahun ini. Dukungan Toko Aplikasi Terdaftar akan hadir sekitar Juni tahun depan bersama Android 17. Prosesnya cepat, nih!

Kesepakatan ini berarti Google batal naik banding ke Mahkamah Agung. Perubahan menuju keterbukaan ini adalah langkah besar. Nah, menurut kalian, apakah ini bakal mengubah cara kita pakai Android? (tmtiwow)

Advertisement

Artikel Terkait

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Mesin Pencari Google Berubah Jadi Otonom, Transisi Terbesar dalam Tiga Dekade

Google kembali membuat gebrakan besar. Perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin itu mengubah mesin pencari Google menjadi sistem akal imitasi (AI) yang otonom (bisa bekerja sendiri). Perubahan ini disebut....

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

LONDON – Laporan terbaru dari Google mengungkap perubahan drastis dalam situasi keamanan siber global. Dalam waktu hanya tiga bulan, praktik peretasan berbasis akal imitasi (AI) berkembang dari ancaman awal menjadi....

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Google Investasikan Rp 690 T ke Anthropic

Arah persaingan akal imitasi (AI) global kian bergeser ketika Alphabet Inc., induk Google, menyiapkan investasi hingga 40 miliar dolar AS atau hampir Rp 690 triliun ke Anthropic. Investasi ini menunjukkan bahwa...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer