Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mobil Listrik, Hati-hati Saat Memasang Kaca Film, Perhatikan Hal-hal Ini

Tina Mamangkey • 2024-01-19 07:34:21
Mobil listrik Wuling dan MG menggunakan kaca film ICE-1 sebagai kaca film OEM-nya. [Foto: Agfi]
Mobil listrik Wuling dan MG menggunakan kaca film ICE-1 sebagai kaca film OEM-nya. [Foto: Agfi]

JAGOSATU.COM - Mobil listrik dibekali dengan komponen yang berbeda dibandingkan dengan mobil bensin.

Perbedaan utamanya terletak pada sumber tenaga, di mana mobil listrik menggunakan tenaga baterai sebagai jantung penggeraknya.

Penting untuk memperhatikan kesehatan dan keamanan sumber tenaga, terutama saat ingin mengaplikasikan kaca film pada mobil listrik.

Proses standar pengaplikasian kaca film biasanya melibatkan penggunaan air.

Oleh karena itu, ekstra hati-hati diperlukan agar air tidak masuk ke sela-sela bodi mobil dan berpotensi mengenai baterai.

Andi Setiawan, Presiden Direktur PT Global Auto International, distributor kaca film ICE-u, memberikan beberapa tips terkait pemasangan kaca film pada mobil listrik. Dia menekankan beberapa hal penting:

1. Cairan tidak boleh masuk ke dalam bodi mobil

Andi mengatakan bahwa saat melakukan pemasangan, teknisi harus menggunakan alat tambahan agar air tidak masuk ke sela kaca.

Bila hal ini terjadi, bisa menimbulkan kerusakan pada baterai.

"Ada kasus pengaplikasiannya salah, jadi ada air yang masuk ke baterai dan membuat kerusakan.

Jadi caranya salah saat pemasangan," ujar Andi.

Kesalahan kecil berupa air yang masuk ke dalam bodi mobil bisa mendatangkan masalah yang lebih serius.

Menurut Andi, mobil listrik yang kemaskan air tersebut mengalami kerusakan sampai pada bagian transmisi.

"Bila ada air yang masuk ke dalam bagian baterai, sudah pasti bisa menimbukan masalah.

Jadi ketika melakukan pemasangan, jangan asal, ada hal yang harus diperhatikan," ungkapnya.

2. Penyedia jasa pemasangan sebaiknya yang bersertifikasi

Lebih lanjut Andi menyebut penyedia jasa pemasangan kaca film harus memiliki sertifikasi khusus untuk mencegah terjadi kegagalan mutu produk.

Dengan begitu, diharapkan bisa menghasilkan produk yang baik untuk pelanggan.

”Kami sendiri menggunakan ISO 9001:2015 sehingga semua bisnis proses dapat berjalan sebagaimana mestinya, peningkatan-peningkatan juga menjadi lebih mudah dilakukan dan dapat direkam dengan baik, sehingga perbaikan dapat selalu ditingkatkan,” ujarnya.

3. Tingkat kecerahan dipilih sesuai kebutuhan

Andi mengatakan spesifikasi kaca film dengan mobil bensin dan mobil listrik tidak ada perbedaan.

Pada sisi kiri-kanan, samping belakang punya tingkat kegelapan 60 persen dan pada area depan 20 persen.

Mobil listrik Wuling Binguo EV, MG 4 EV dan MG ZS EV menjadi beberapa contoh mobil listrik yang menggunakan kaca film OEM ICE-u.

"Semakin banyaknya model mobil EV yang hadir di Indonesia juga harus didukung dengan penggunaan kaca film berkualitas yang memiliki keunggulan terutama dalam kemampuannya menahan panas sehingga mampu membantu meningkatkan efisiensi energi yang digunakan," tegas Andi. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Mobil Listrik #kaca film ICE #kaca film