Jagosatu.com - Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital global, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengangkat tema besar yang menggugah: “Teknologi dapat menciptakan masa depan yang lebih baik.” Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya di pembukaan London Tech Week 2025, di mana ia menegaskan bahwa AI bukan ancaman, tetapi peluang strategis untuk pembangunan sosial dan ekonomi.
Investasi Besar untuk Infrastruktur AI
Starmer mengumumkan komitmen investasi sebesar £1 miliar (sekitar Rp 20 triliun) untuk memperkuat infrastruktur komputasi nasional. Dana ini akan digunakan untuk:
-
Pembangunan superkomputer berdaya tinggi dan chip khusus AI.
-
Peningkatan kapasitas pusat data nasional.
-
Meningkatkan daya komputasi hingga 20 kali lipat.
Langkah ini dirancang untuk menjadikan Inggris sebagai pusat kekuatan AI Eropa sekaligus mempercepat penelitian dan inovasi lintas sektor.
Program TechFirst: Literasi Digital untuk Semua
Pemerintah juga meluncurkan program TechFirst dengan dana sebesar £187 juta. Tujuannya adalah untuk:
-
Melatih 7,5 juta pekerja di Inggris agar memahami dan mampu bekerja dengan teknologi AI.
-
Meningkatkan keterampilan digital pekerja sektor publik dan industri kecil-menengah.
-
Memastikan bahwa tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam gelombang digitalisasi ini.
Kolaborasi Pemerintah & Swasta
Dalam acara tersebut, hadir pula CEO Nvidia, Jensen Huang, yang menyatakan dukungan terhadap visi Starmer. Huang menyoroti potensi besar AI di Inggris, meski ia juga menggarisbawahi perlunya peningkatan infrastruktur digital nasional.
Selain itu, pemerintah memperkenalkan "Extract", sebuah alat berbasis AI hasil kerja sama dengan Google Gemini. Alat ini akan mempermudah perizinan tata kota, pengolahan data administrasi publik, dan meminimalisir tumpang tindih birokrasi.
AI untuk Kebaikan Publik
Starmer menegaskan bahwa tujuan utama penggunaan AI adalah memperbaiki kehidupan rakyat, bukan menggantikan mereka. Beberapa manfaat konkret yang ditargetkan antara lain:
-
Percepatan layanan publik (izin usaha, pajak, perizinan bangunan).
-
Pemetaan pembangunan lokal berbasis data real-time.
-
Pengurangan beban kerja administratif pegawai pemerintah.
Pidato PM Keir Starmer bukan sekadar janji teknologi, melainkan peta jalan strategis menuju masa depan digital yang inklusif, produktif, dan manusiawi. Dengan investasi besar, pelatihan massal, dan kolaborasi lintas sektor, Inggris berusaha menunjukkan bahwa AI bukanlah momok, melainkan mitra dalam menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan adil.(Anes)
Editor : ALengkong