Jagosatu.com
Samsung kembali bikin heboh jagat teknologi setelah mengumumkan bahwa Galaxy Z Flip 7 akan dibekali chipset Exynos 2500 untuk pasar global.
Keputusan ini sontak menuai berbagai reaksi dari warganet, terutama mereka yang sudah skeptis sejak awal terhadap performa Exynos.
Banyak yang menyebut keputusan Samsung ini nekat, mengingat Galaxy S25 saja tetap menggunakan Snapdragon 8 Gen 4 di sebagian besar wilayah.
Menurut Merahputih, Samsung menegaskan bahwa Exynos 2500 sudah melalui berbagai uji kualitas dan dinilai mampu mendukung fitur flagship Galaxy Flip 7.
Namun, sebagian pengguna merasa performa Exynos belum bisa menyamai Snapdragon, khususnya di sektor CPU dan efisiensi baterai.
Dilansir dari Notebookcheck, skor Geekbench Exynos 2500 hanya mencapai 2012 (single-core) dan 7563 (multi-core), tertinggal dari pesaingnya.
Walau begitu, dari sisi GPU, Exynos 2500 menunjukkan keunggulan dengan skor OpenCL 18.601 poin, mengalahkan Snapdragon 8 Elite di Galaxy S25 Ultra.
Chip ini dibangun dengan teknologi 3nm GAA terbaru Samsung, yang diklaim mampu menurunkan konsumsi daya dan panas secara signifikan.
Samsung juga menanamkan GPU Xclipse 950 berbasis AMD RDNA 3, dengan dukungan fitur grafis seperti ray tracing hardware-accelerated.
Fitur ini biasanya ditemukan di game konsol, jadi kalau berjalan mulus di smartphone, jelas jadi nilai tambah.
Tapi netizen tetap bertanya, apakah Flip 7 benar-benar butuh GPU sekencang itu, atau hanya jadi percobaan Samsung dengan Exynos baru.
Sebagian menyebut keputusan ini sebagai “eksperimen berisiko” karena Flip 7 adalah produk premium, dan pengguna tidak ingin jadi “kelinci percobaan”.
Di sisi lain, Samsung menjelaskan bahwa performa bukan hanya soal kecepatan, tapi soal integrasi menyeluruh dengan ekosistem Galaxy.
Tae‑moon dari Samsung menyebut, pemilihan chip tidak hanya berdasarkan skor benchmark, tapi pada seberapa baik prosesor itu bekerja dengan fitur Galaxy.
Samsung menambahkan bahwa Exynos 2500 dirancang khusus untuk mendukung Galaxy AI, program kecerdasan buatan milik mereka.
Chip ini juga mendukung fitur kamera gahar seperti 320 MP, 8K video recording, dan zero shutter lag, cocok untuk konten kreator zaman sekarang.
Flip 7 juga digadang sebagai bagian dari misi “AI for All” Samsung, dengan target menyematkan Galaxy AI ke 400 juta perangkat sampai akhir 2025.
Terlepas dari pro dan kontra, Samsung tetap pede menyebarkan Flip 7 versi Exynos ke semua pasar tanpa pengecualian.
Netizen boleh ragu, tapi Samsung tampaknya punya rencana jangka panjang untuk kembali mematenkan posisi Exynos di ponsel flagship.
Jika strategi ini berhasil, besar kemungkinan Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy S26 tahun depan juga pakai Exynos.
Yang jelas, semua mata kini tertuju pada performa Flip 7—apakah akan memuaskan atau malah menambah daftar panjang kekecewaan terhadap Exynos.
(m)
Editor : ALengkong