Jagosatu.com - Dunia teknologi penerbangan kembali bikin heboh setelah munculnya drone anti-gravitasi generasi terbaru yang tampil beda dari drone biasa.
Drone ini tidak lagi mengandalkan baling-baling seperti drone-drone mainstream yang kita kenal selama ini.
Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan baru bernama Antigravity Drones, dengan sokongan teknologi dari Insta360.
Menurut Amateur Photographer, drone ini menggabungkan sistem stabilisasi kamera mutakhir dengan kemampuan manuver bebas gravitasi.
Drone ini memungkinkan pengguna untuk merekam video dengan sudut 360 derajat tanpa harus mengatur ulang posisi perangkat.
Fitur ini sangat berguna bagi para konten kreator yang ingin hasil video sinematik tanpa ribet.
Baca Juga: Titan 18 HX Dragon Edition: Laptop Monster Seharga Motor! Worth It Buat Gamer Hardcore?
Salah satu fitur unggulannya adalah sistem MagLev Propulsion, atau penggerak magnetik yang membuat drone seolah “melayang”.
MagLev adalah teknologi yang biasanya digunakan pada kereta cepat tanpa roda, dan kini diadaptasi ke dalam drone ini.
Dengan sistem ini, drone bisa melayang stabil di udara tanpa banyak getaran, bahkan saat diterpa angin.
Penggunaan sistem ini juga membuat suara mesin drone lebih senyap dibanding drone baling-baling biasa.
Selain itu, bobotnya yang ringan membuatnya aman digunakan di ruang terbatas, bahkan dalam ruangan sekalipun.
Kamera 360 derajat yang dibawa drone ini menggunakan lensa beresolusi tinggi setara 8K dengan dukungan Real-Time Stabilization.
Menurut produsen, hasil video tetap halus bahkan saat drone melakukan manuver ekstrem.
Drone ini juga mendukung kontrol gerakan berbasis tangan, tanpa perlu remote konvensional yang ribet.
Fitur ini membuatnya cocok untuk pemula yang baru belajar menerbangkan drone.
Daya tahan baterainya pun cukup mengesankan, bisa mencapai 40 menit dalam satu kali pengisian penuh.
Antigravity Drone ini juga kompatibel dengan berbagai platform editing video seperti Adobe Premiere dan InstaStudio.
Rencananya, drone ini akan mulai dijual secara global pada kuartal keempat tahun 2025.
Harga resminya belum diumumkan, tapi diperkirakan berada di kisaran USD 1.200 atau sekitar Rp19 jutaan.
Kalau benar semua fitur ini bekerja seperti yang dijanjikan, drone ini bisa jadi standar baru dalam dunia videografi udara. (J)
Editor : ALengkong